RIWARA.id - Penyelenggaraan ibadah Haji 2026 tinggal beberapa bulan lagi. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus melakukan berbagai persiapan secara maksimal.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M lebih mengedepankan pada perlindungan jemaah.
Perlindungan itu khususnya untuk penguatan layanan ramah perempuan dan standar istithaah kesehatan secara ketat.
"Penyelenggaraan haji tahun ini kami arahkan lebih humanis. Jumlah petugas akan diperbanyak, termasuk pembimbing perempuan. Sebab, mayoritas Jemaah Haji Indonesia adalah perempuan,” tutur Menhaj dikutip Riwara.id dari laman haji.go.id, Kamis 8 Agustus 2026.
Selain layanan untuk perempuan, isu istithaah kesehatan juga menjadi perhatian utama bagi pemerintah. Menhaj mengungkapkan jika penerapan standar kesehatan jemaah akan diberlakukan lebih tegas.
"Pemerintah Arab Saudi memberi perhatian khusus pada istithaah kesehatan jemaah. Pemeriksaan akan dilakukan secara acak dan jemaah yang tidak memenuhi syarat berpotensi untuk dipulangkan ke Tanah Air," jelasnya.
Untuk itu, lanjut dia, tidak boleh ada pih ak yang memaksakan keberangkatan bagi jemaah yang tidak layak secara kesehatan.
Menhaj menambahkan jika Kemenhaj akan melakukan peningkatan layanan di embarkasi dan di Arab Saudi.
Layanan itu termasuk optimalisasi pemeriksaan di bandara, seleksi ketat syarikah, serta pendistribusian kartu Nusuk sejak embarkasi.
“Semua upaya ini kami lakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah sejak berangkat dari Tanah Air hingga pulang kembali ke Indonesia,” katanya.
Menhaj juga menyebut pentingnya peran media dalam mengawal penyelenggaraan ibadah haji. Ia berharap media bisa menjadi mitra strategis pemerintah untuk memastikan pelaksanaan haji berjalan transparan, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan jemaah.
Biaya Layanan Armuzna Turun
Terkait biaya haji, Menhaj menyampaikan bahwa biaya layanan Armuzna pada musim haji tahun ini mengalami penurunan.
Biaya Armuzna turun dari sekitar SAR 2.300 menjadi SAR 2.100 per jemaah. Penurunan ini tidak akan mengurangi kualitas layanan karena seluruh kontrak menggunakan skema harga bersih tanpa cashback dan tanpa fee.
Sementara, untuk pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), Menhaj menyebut progres di sejumlah daerah sa ngat baik.
"Sumatera Barat pelunasannya hampir 100%, Aceh sudah 83% dan Sumatera Utara lebih dari 90%. Kami optimistis dua hari ke depan pelunasan Bipih bisa mencapai 100% secara nasional,” imbuh Menhaj.
Kemenhaj tingkatkan layanan Haji 2026 dengan konsep Ramah Perempuan dan istithaah kesehatan. Hal itu menjadi perhatian khusus Pemerintah Arab Saudi.