RIWARA.id - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mengalami hari pertama yang tidak mudah pada seri Moto3 Catalunya 2026 setelah hanya mampu finis di posisi ke-19 pada sesi practice, Jumat (15/5/2026).
Rider Honda Team Asia itu mencatatkan waktu terbaik 1 menit 48,136 detik dan dipastikan harus memulai perjuangan dari sesi kualifikasi pertama atau Q1 untuk memperebutkan posisi стартing grid terbaik.
Sementara itu, pembalap Red Bull KTM Ajo, Brian Uriarte, justru tampil impresif dan sukses mengamankan posisi kedua practice Moto3 Catalunya 2026.
Pembalap asal Spanyol tersebut membukukan waktu 1 menit 47,042 detik, hanya terpaut 0,099 detik dari pembalap tercepat, Hakim Danish.
Uriarte mengaku puas dengan performanya sepanjang sesi practice dan menilai semuanya berjalan sangat mulus sejak awal.
Pembalap muda Red Bull KTM Ajo itu juga mengungkap bahwa salah satu kunci penting untuk bisa tampil cepat di Catalunya adalah kemampuan menjaga ritme serta rasa percaya diri saat menghadapi karakter lintasan yang cukup teknikal.
Di sisi lain, Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengakui dua pembalap timnya belum mampu tampil maksimal pada hari pertama Moto3 Catalunya.
Menurut Aoyama, cuaca dingin yang menyelimuti Catalunya menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi performa Veda Ega Pratama dan rekan setimnya, Zen Mitani.
“Hari pertama di Moto3 telah usai dalam kondisi dingin, baik di sesi pagi maupun siang,” ujar Aoyama.
Ia menjelaskan bahwa Zen Mitani mengalami dua kecelakaan akibat kehilangan grip ban depan. Meski tidak mengalami cedera serius, insiden tersebut membuat situasi semakin sulit bagi pembalap Jepang itu.
Sementara itu, Veda Ega dinilai tidak memiliki rasa percaya diri yang cukup untuk memacu motor hingga batas maksimal pada kondisi lintasan yang sulit.
“Veda tidak mengalami kecelakaan namun dia juga tidak punya kepercayaan diri yang cukup untuk memacu motor dalam kecepatan maksimal,” kata Aoyama.
Meski demikian, Aoyama melihat adanya peningkatan performa dari Veda pada sesi siang hari. Ia menilai pembalap asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut sebenarnya berpotensi meraih hasil yang lebih baik.
“Di sesi siang dia mengalami peningkatan dan membuat kemajuan, tetapi keadaan di lap terakhir mempengaruhi catatan waktunya dan seharusnya hasil akhir bisa lebih baik,” lanjutnya.
Honda Team Asia kini berharap Veda Ega Pratama dan Zen Mitani mampu menemukan feeling terbaik dengan motor mereka sebelum sesi kualifikasi berlangsung.
“Kini kami harus bisa meningkatkan perasaan kami di atas motor dan mencoba tampil lebih cepat di sesi berikutnya,” ujar Aoyama.
Hasil practice Moto3 Catalunya 2026 ini membuat perjuangan Veda Ega Pratama diprediksi akan semakin berat karena harus memulai langkah dari Q1 untuk mengamankan posisi start terbaik pada balapan utama.*
Veda Ega Pratama finis ke-19 pada practice Moto3 Catalunya 2026 dan harus memulai dari Q1. Honda Team Asia ungkap cuaca dingin jadi kendala utama.