Diguyur Berbagai Promod Diskon Tarif Angkutan Libur Nataru, Sektor Transportasi Sumbang Inflasi 0,55 Persen, Ternyata Ini Penyebabnya

  • Windy Anggraina
  • 06 Januari 2026
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina

Riwara.id – Meski pemerintah memberikan berbagai macam diskon tarif angkutan saat libur Nataru, ternyata sektor transpotasi menyumbang inflasi sebesar 0,55 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, kelompok pengeluaran transportasi tetap mengalami inflasi pada Desember 2025 karena sejumlah komoditas masih menyumbangkan andil inflasi, meskipun pemerintah memberikan stimulus diskon tiket perjalanan untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Dikutip Riwara.id dari laman BPS, Selasa, 6 Januari 2026,  Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyampaikan, kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,55 persen mtm dengan andil terhadap inflasi bulanan nasional mencapai 0,07 persen.

 Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy), kelompok pengeluaran tersebut mengalami inflasi sebesar 1,23 persen yoy dengan andil 0,15 persen.

Komoditas lain di kelompok ini masih menyumbang inflasi, meskipun ada diskon tarif transportasi. Seperti inflasi pada subkelompok pembelian kendaraan, kemudian juga pada subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi, serta komoditas lain seperti subkelompok jasa angkutan penumpang, seperti angkutan antarkota dan travel,” ujarnya.

Baca juga: Target OJK 2026, Dorong Pasar Modal Indonesia Peningkatan Integritas Pasar dan Penguatan Basis Investor

Ia menuturkan, subkelompok pembelian kendaraan dan subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi tercatat mengalami inflasi tahunan masing-masing sebesar 2,03 persen yoy dan 0,86 persen yoy.

Sementara komoditas angkutan antarkota dan bensin mengalami inflasi bulanan masing-masing sebesar 2,77 persen mtm dengan andil inflasi 0,01 persen dan 0,72 persen mtm dengan andil inflasi 0,03 persen.

“Untuk komoditas yang diatur tarif diskonnya, terjadi inflasi untuk tarif angkutan udara sebesar 3,29 persen (mtm), andilnya 0,02 persen. Kemudian untuk tarif kereta api terjadi deflasi 0,02 persen (mtm) dengan andil 0 persen,” ujar Pudji.

“Kemudian komoditas tarif ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) terjadi deflasi sebesar 1,61 persen (mtm) dengan andil minus 0,0003 persen. Kemudian komoditas tarif angkutan laut terjadi deflasi 4,46 persen (mtm) dengan andil minus 0,0022 persen,” lanjutnya.

Selain inflasi yang masih terjadi pada sejumlah komoditas, ia menyatakan stimulus diskon tiket perjalanan tersebut masih belum berdampak optimal pada perhitungan inflasi Desember 2025 karena periode penerapannya yang tidak sampai setengah bulan.

Untuk angkutan kereta api, PT KAI memberikan diskon 30 persen untuk 1.509.080 tempat duduk kereta ekonomi komersial yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Pada sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon 19 persen dengan kuota 227.560 penumpang dan 491.776 kendaraan untuk periode perjalanan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Sementara PT Pelni memberikan diskon 16-18 persen dari harga tiket total bagi 405.881 penumpang kapal kelas ekonomi untuk periode perjalanan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

Sedangkan diskon tarif pesawat domestik kelas ekonomi diberlakukan pada periode pembelian tiket 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan periode penerbangan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026.***

&n bsp;

 

BPS mencatat sektor transportasi turut andil sumbang inflasi sebesar 0,55 persen saat musim libur Nataru meski pemerintah sudah memberikan banyak promo tarif diskon

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News