RIWARA.id - Sejak awal keberangkatan hingga Minggu, 26 April 2026 per 18:00 WAS, sebanyak 30.611 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci.
Dari jumlah tersebut, jemaah lanjut usia (lansia) mendominasi dengan jumlah 6.172 orang. Jumlah itu tersebar dalam 78 kelompok terbang atau kloter.
Saat ini, kedatangan jemaah masih terus berlangsung secara bertahap. Petugas haji Daerah Kerja Bandara memastikan seluruh proses pelayanan kepada jemaah bisa berjalan dengan tertib.
Pelayanan itu mulai dari penyambutan jemaah, pendampingan lansia dan disabilitas, pengawasan barang bawaan, hingga pengaturan jemaah menuju area transportasi.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara, Abdul Basir, mengatakan tingginya jumlah jemaah lansia menjadi perhatian khusus dalam pelayanan ibadah haji tahun ini.
Untuk itu, sejumlah fasilitas pendukung disiapkan agar jemaah dapat melewati proses kedatangan dengan nyaman, aman dan manusiawi.
"Jemaah lansia yang mendominasi menjadi perhatian kami. Maka, pelayanan di bandara harus benar-benar responsif terhadap kondisi jemaah yang baru menempuh perjalanan panjang,” ujar Abdul Basir yang dikutip Riwara.id dari laman haji.go.id, Senin 27 April 2026.
Ia mengungkapkan jika Daker Bandara terus memperkuat layanan ramah lansia dengan menyiapkan fasilitas tambahan di sejumlah titik layanan kedatangan.
Fasilitas tersebut meliputi pampers bagi jemaah lansia yang membutuhkan, mobil golf untuk membantu mobilitas di area paviliun, serta payung kursi roda di semua terminal.
"Fasilitas ini bagian dari ikhtiar kami agar jemaah terutama lansia dan pengguna kursi roda, tetap terlindungi dan mendapat perhatian yang lebih sejak tiba di bandara,” jelasnya.
Menurut Abdul Basir, layanan bandara adalah tentang kepekaan petugas dalam membaca kebutuhan jemaah.
Apalagi, sebagian jemaah tiba dalam kondisi lelah setelah menjalani penerbangan panjang dari Indonesia menuju Arab Saudi.
“Petugas kami minta untuk bekerja cepat dan peka. Ada jemaah yang kuat berjalan, ada yang perlu dituntun, dan ada yang harus dibantu kursi roda. Semua harus dilayani dengan sabar dan penuh empati,” jelasnya.
Tak hanya itu, petugas juga terus ditempatkan di sejumlah titik layanan strategis untuk membantu jemaah saat antre, pengambilan bagasi, pemeriksaan dokumen, hingga menuju bus.
Koordinasi lintas unsur di bandara juga terus diperkuat agar setiap kedatangan kloter dapat dilayani dengan baik.
“Kedatangan jemaah masih terus berjalan. Karena itu, layanan di bandara terus kami evaluasi setiap harinya. Prinsipnya, jemaah harus merasa aman, nyaman, terbantu, dalam memenuhi kebutuhan mereka,” imbuh Abdul Basir.
Sebanyak 30.611 jemaah haji Indonesia telah tiba di Tanah Suci. Petugas haji tingkatkan layanan bagi jemaah lansia yang mendominasi.