Prabowo Subianto Reshuffle Kabinet, Lantik 6 Pejabat Strategis Perkuat Lingkungan, Pangan, dan Komunikasi

Senin, 27 April 2026 | 16:42 WIB

JAKARTA, RIWARA.id — Presiden Prabowo Subianto resmi melakukan reshuffle kabinet dengan melantik enam pejabat negara dalam sebuah prosesi kenegaraan di Istana Negara, Senin, 27 April 2026. 

Pelantikan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sektor lingkungan hidup, pangan, komunikasi, hingga karantina nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Upacara pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan sejumlah Keputusan Presiden oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara.

Keputusan tersebut meliputi Keppres Nomor 51P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri serta wakil menteri Kabinet Merah Putih periode 2024–2029, hingga Keppres Nomor 53B Tahun 2026 terkait pengangkatan penasihat khusus Presiden.

Selain itu, Keppres Nomor 52 Tahun 2026 mengatur pengangkatan Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, sementara Keppres Nomor 50 TPA Tahun 2026 menetapkan perubahan pimpinan tinggi di Badan Karantina Indonesia.

Dalam reshuffle kabinet ini, Mohammad Jumhur Hidayat ditunjuk sebagai Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup. Sementara Hanif Faisol Nurofiq dipercaya sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Presiden juga menunjuk Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, serta Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Adapun posisi Kepala Badan Karantina Indonesia diisi oleh Abdul Kadir Karding.

Prosesi dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo. Para pejabat bersumpah setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan berkomitmen menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi etika jabatan.

Setelah pengambilan sumpah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan oleh para pejabat yang baru dilantik, disaksikan langsung oleh Presiden dan jajaran pejabat tinggi negara. Momen ini kemudian ditutup dengan pemberian ucapan selamat dari Presiden, Wakil Presiden, serta para undangan yang hadir.

Dalam pernyataan usai pelantikan, Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, menegaskan komitmennya untuk memperkuat kebijakan lingkungan dan mendorong kesadaran publik.

“Lingkungan hidup harus menjadi kebiasaan dalam hati kita. Kita akan mengikuti standar global dan memperkuat komitmen terhadap berbagai perjanjian internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Abdul Kadir Karding, menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap lalu lintas hewan dan tumbuhan dari luar negeri tanpa menghambat aktivitas ekonomi.

“Kita harus memastikan pengawasan berjalan ketat, tetapi tidak mengganggu proses ekspor-impor yang berdampak pada perekonomian nasional,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menegaskan akan memperkuat pengawasan terhadap program prioritas pemerintah dan membuka jalur komunikasi langsung dengan masyarakat.

Adapun Muhammad Qodari yang ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah menilai tantangan komunikasi publik ke depan semakin besar, terutama dengan berkembangnya media sosial.

“Program pemerintah sangat masif dan membutuhkan strategi komunikasi yang kuat agar dapat dipahami masyarakat secara luas,” ujarnya.

Presiden Prabowo dalam arahannya menegaskan bahwa Indonesia harus mandiri, terutama dalam sektor pangan dan energi. Ia juga menekankan pentingnya perjuangan melawan kemiskinan dan kelaparan sebagai bagian dari visi besar pemerintahannya.

“Bangsa Indonesia harus berdiri di atas kaki sendiri. Kemandirian pangan dan energi adalah kunci,” tegasnya.

Reshuffle kabinet ini menandai langkah konsolidasi besar pemerintahan Prabowo dalam mempercepat realisasi program strategis nasional sekaligus menjawab tantangan global dan domestik yang semakin dinamis.*



Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle kabinet dengan melantik enam pejabat strategis di Istana Negara, termasuk Jumhur Hidayat, Dudung Abdurachman, dan Hasan Nasbi untuk memperkuat sektor lingkungan, pangan, dan komunikasi.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories