RIWARA.id – Keraton Surakarta menggelar tradisi kirab 1 Sura untuk menyambut tahun baru Jawa/Islam 1 Sura atau 1 Muharam pada Selasa malam (16/6/2026).
Ribuan kerabat dan abdi dalem Keraton akan hadir dalam prosesi tahunan itu, dan ternyata ada busana khusus yang harus dikenakan, dibeda-bedakan sesuai pangkat dan golongan masing-masing.
Dalam surat undangan yang ditandatangani Ketua Lembaga Dewan Adat sekaligus Pengageng Sasana Wilapa, GKR Koes Moertiyah Wandansari, tercantum ketentuan penggunaan busana maupun lokasi duduk mereka di dalam Keraton.
Undangan berbahasa Jawa itu mengatur, para pangeran putra, rayi dalem, pangeran sentana, riya nginggil, riya ngandhap, panji, abdi dalem bupati yang menyandang gelar BPH, KPH, KPP, KPA, KP, KPT, KRMH, KRMP, KRH, KRAR, KRA, beserta istri duduk di Ngemper Nguntarasana
Sementara itu, para abdi dalem bergelar KRMHT, KRHT, KRAT, Bupati, Bupati Anom termasuk mereka yang Anon-anon (istimewa) beserta istri hadir di Bangsal Smarakata
Sedangkan p ara abdi dalem dari golongan panewu, mantri termasuk yang anon-anon, Lurah, hadir di Ngemper Gedhong Karyobaksono.
Selain posisinya dikelompokkan berbeda-beda, busana para kerabat, punggawa dan abdi dalem pun harus mengikuti aturan yang ditentukan.
Para pangeran putra, rayi dalem (adik raja), pangeran sentana, riya nginggil mengenakan busana dhestar, beskap berwarna hitam, serta menyandang kering berwarangka (sarung) ladrang.
Para Bupati dengan sebutan gelar KRMH KRH KRA mengenakan beskap hitam, , udheng jebehan, serta berkeris ladrang.
Sedangkan mereka yang bergelar KRMHT, KRHT, KRAT, mengenakan busana udheng cekok dengan kuncung, serta berkeris ladrang.
Sentanadalem, riya ngandhap, panji wayah/buyut serta mereka yang menyandang sebutan panji, juga para mantri lurah serta jajar mengenakan buasana atelah berwarna hitam dengan keris ladrang.
Sementara itu para bupati sepuh dan bupati anom, juga mengenakan atelah hitam dan keris ladrang, namun ditambah dengan pasan.
Pada saat prosesi berlangsung, mereka yang mendapat tugas membawa pusaka dan tugas khusus lainnya dapat dikenali dari sumping gajah ngoling dari rangkaian bunga yang disematkan di telinga. (*)
Keraton Surakarta rilis aturan ketat busana & posisi abdi dalem untuk Kirab 1 Sura 2026. Dari jenis beskap hingga sumping gajah ngoling.