Riwara.id – Akhir-akhir ini masyarakat diminta waspada karena banyaknya informasi yang tidak benar tentang pennyaluran dan pencairan bansos
Informasi yang ramai beredar di media sosial adalah adanya pengalihan anggaran dan pemotongan anggaran untuk program bansos. Hal ini tentu membuat keluarga penerima manfaat khawatir dan cemas menunggu informasi yang benar.
Dikutip Riwara.id dari laman Kemensos, Senin, 27 April 2026, Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), meminta masyarakat mewaspadai maraknya info hoaks seputar bantuan sosial (bansos) yang beredar di media sosial.
Gus Ipul menegaskan tidak ada pengalihan anggaran bansos ke program lain. Tidak ada rencana pemerintah untuk memotong bansos dari segi nilai bantuan maupun jumlah penerima.
Selain marak informasi tentang pemotongan anggaran bansos 2026, ramai juga informasi tentang cara penawaran untuk mendapat bansos dengan cara tidak resmi yang mengarah ke kasus penipuan.
"Banyak berita hoaks di medsos meresahkan masyarakat. Bisa masuk kategori penipuan. Kemensos akan terus menyisir dan meluruskan kabar tak bertanggung jawab tersebut. Salah satunya meneruskan ke aparat penegak hukum," terangnya.
Penyaluran bansos kepada masyarakat yang berhak pada tahun ini tetap akan berjalan sesuai ketentuan. Bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat.
Masyarakat diminta agar tidak mudah percaya pada akun-akun yang mengatasnamakan Kemensos atau pihak lainnya yang menjanjikan bantuan dengan syarat tertentu.
"Kalau menerima informasi soal bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya, apalagi kalau diminta mengirim data pribadi, transfer uang, atau mengikuti tautan yang tidak jelas," jelasnya.
Masyarakat bisa mengakses informasi resmi melalui kanal resmi Kemensos atau menghubungi call center 021 171. Masyarakat juga dapat meminta informasi melalui WhatsApp resmi Kemensos di 08877 171 171.
Kewaspadaan masyarakat jadi kunci agar bansos benar-benar sampai ke tangan yang berhak bukan dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.
Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi kriteria, negara hadir untuk memastikan bantuan itu sampai sebagaimana mestinya," pungkas Gus Ipul.***
Waspada informasi hoaks mulai banyak beredar di media sosial tentang pemotongan anggaran bansos dan pengalihan program bansos ke program lain