RIWARA.id – Sepanjang perjalanan karier politiknya, Presiden ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump, telah berulang kali menghadapi ancaman yang membahayakan nyawa. Dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, tercatat tiga insiden besar yang diklasifikasikan sebagai upaya pembunuhan.
Rangkaian peristiwa ini tidak hanya menyoroti kerentanan keamanan tokoh papan atas, tetapi juga memicu perdebatan mengenai polarisasi politik yang tajam di Amerika Serikat.
Berikut adalah kronologi peristiwa yang mengancam keselamatan Donald Trump:
1. Insiden Butler, Pennsylvania (13 Juli 2024)
Upaya pembunuhan pertama yang mengguncang dunia terjadi saat Trump tengah berkampanye di Butler, Pennsylvania. Seorang pria bersenjata bernama Thomas Matthew Crooks melepaskan tembakan dari atap gedung di luar perimeter keamanan saat Trump sedang berpidato.
Dampak: Trump mengalami luka tembak di bagian telinga kanan.
Korban: Satu penonton, Corey Comperatore, tewas di lokasi. Dua orang lainnya mengalami luka berat.
Nasib Pelaku: Thomas Matthew Crooks tewas di lokasi setelah dilumpuhkan oleh penembak jitu Secret Service.
2. Upaya di West Palm Beach, Florida (15 September 2024)
Hanya berselang dua bulan, ancaman kembali muncul saat Trump berada di lapangan golf pribadinya di Florida. Seorang pria bernama Ryan Wesley Routh tertangkap basah membawa senapan laras panjang di semak-semak dekat perimeter lapangan golf sebelum sempat melepaskan tembakan.
Dampak: Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini berkat kesigapan agen Secret Service yang mendeteksi keberadaan pelaku lebih awal.
Nasib Pelaku: Ryan Wesley Routh ditangkap saat mencoba melarikan diri menggunakan kendaraan. Pada Februari 2026, Routh divonis hukuman penjara seumur hidup ditambah tujuh tahun oleh pengadilan federal.
3. Penembakan di Washington Hilton (25 April 2026)
Insiden terbaru terjadi di Washington Hilton saat acara White House Correspondents’ Association Dinner. Pelaku melepaskan tembakan di dalam ruang perjamuan, memaksa Secret Service untuk melakukan evakuasi darurat terhadap Presiden Trump dan Wakil Presiden JD Vance melalui koridor VIP khusus.
Dampak: Tidak ada cedera yang dilaporkan menimpa Presiden, Wakil Presiden, maupun tamu undangan lainnya. Kekacauan sempat terjadi di dalam ruang perjamuan saat tamu berusaha mencari perlindungan.
Nasib Pelaku: Pelaku tewas di lokasi kejadian setelah dilumpuhkan oleh aparat keamanan. Hingga saat ini, pihak berwenang masih mendalami identitas dan motif pelaku.
Rangkaian insiden ini menjadi pengingat keras bagi badan intelijen dan keamanan AS mengenai ancaman yang terus berkembang.
Dengan tiga kali upaya dalam waktu singkat, protokol keamanan bagi Presiden Trump kini diperketat ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya guna menjamin keselamatan pemimpin tertinggi Amerika Serikat di ruang publik. (*)

Jejak kelam upaya pembunuhan Trump: Dari insiden Butler, Florida, hingga penembakan di Washington Hilton. Simak kronologi lengkapnya di RIWARA.id.