Ubah Bom Jadi Rudal Jelajah Murah, AS Sukses Uji Coba JDAM-LR

  • Ari Kristyono
  • Selasa, 21 April 2026 | 19:52 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ari Kristyono
Uji coba JDAM-LR dengan pesawat F-18 Hornet
Uji coba JDAM-LR dengan pesawat F-18 Hornet (Foto: Turdef.com/Jemie Cergrove)

 

RIWARA.id – Amerika Serikat resmi memajukan kapabilitas amunisi presisinya melalui keberhasilan uji coba JDAM-LR (Powered JDAM).

Dikutip dari Turdef.com, US NAVAIR telah melakukan peluncuran udara bom berpemandu ini dengan menambahkan mesin turbojet kecil, yang memungkinkan senjata tersebut menempuh jarak hingga 370 km, jauh melampaui kemampuan varian standar sebelumnya.

JDAM-LR dikembangkan oleh Boeing berbasis pada kit JDAM ER, namun dengan tambahan mesin turbojet TDI J85 dari Kratos yang menghasilkan daya dorong 200 lb.

Pengembangan ini bukan sekadar peningkatan jarak, melainkan transformasi bom gravitasi menjadi senjata stand-off. 

Dengan kemampuan mempertahankan penerbangan datar, senjata ini kini memiliki jangkauan yang setara dengan rudal jelajah konvensional namun dengan biaya per unit yang jauh lebih kompetitif karena tata letak keseluruhannya yang efisien.

Perubahan signifikan ini memberikan keunggulan taktis bagi pesawat tempur seperti F/A-18F Super Hornet. Pilot kini dapat meluncurkan amunisi dari jarak aman, di luar jangkauan sistem pertahanan udara musuh (Anti-Access/Area Denial atau A2/AD).

Strategi ini sangat krusial untuk melumpuhkan situs radar, pusat kendali, hingga logistik musuh di garis belakang tanpa harus menempatkan pesawat dalam zona tempur yang berisiko tinggi.

Fleksibilitas JDAM-LR menjadi nilai tambah utama dalam pertempuran modern. Selain membawa hulu ledak standar Mk82 500 lb, sistem ini dirancang modular untuk mengakomodasi berbagai jenis muatan.

Mulai dari ranjau udara Quickstrike untuk memblokade pelabuhan, hingga varian anti-kapal Quicksink yang dilengkapi pencari IIR+mmWR untuk melacak dan menghancurkan target bergerak di laut secara akurat.

Di tengah eskalasi geopolitik, efektivitas biaya JDAM-LR menjadi faktor pengubah permainan. Dibandingkan rudal jelajah konvensional yang berbiaya mahal, JDAM-LR menawarkan solusi serangan saturasi yang memungkinkan destruksi target dalam jumlah besar dalam satu misi. 

Teknologi ini secara fundamental mengubah kalkulasi kekuatan di kawasan seperti Indo-Pasifik, di mana negara dengan pertahanan darat yang padat kini menjadi lebih rentan terhadap serangan presisi jarak jauh. (*)

US NAVAIR sukses uji coba JDAM-LR, bom gravitasi yang kini mampu melesat bak rudal jelajah dengan jangkauan 370 km. Efektif dan biaya rendah.

Foto Editor
Author : Ari Kristyono

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

Topic News