Mensos Minta Masyarakat Berpartisipasi Aktif dalam Penyaluran Bansos 2026 Melalui Sistem Usul dan Sanggah Bansos

  • Windy Anggraina
  • Selasa, 21 April 2026 | 18:07 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina
Kemensos terus lakukan konsolidasi di berbagai daerah untuk meningkatkan program digitalisasi bansos 2026
Mensos minta masyarakat terlibat aktif dalam proses p penyaluran bansos 2026 (Foto: Kemensos)

 

Riwara.id – Penyaluran bansos 2026 erat kaitannya dengan DTSEN, sistem data tunggal yang dikelola oleh BPS dan terus dilakukan pemutakhiran data agar mendapat data yang akurat sebelum proses pencairan bansos dilakukan.

Dalam rangka pemutakhiran data yang dinamis dan terus dilakukan, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta pada masyarakat agar turut terlibat aktif dalam proses penyaluran bansos pemerintah tahun 2026.

Gus Ipul menjelaskan, dalam proses penyaluran bansos tidak lepas dari data yang akurat melalui pemutakhiran secara berjenjang mulai dari tingkat RT, RW, desa, hingga pemerintah kabupaten/kota dan provinsi, sehingga menghasilkan data yang sama dan terintegrasi dalam DTSEN.

Pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi melalui mekanisme usul dan sanggah dalam proses pemutakhiran data.

Masyarakat dapat mengakses aplikasi Cek Bansos, call center 021-171, maupun layanan WhatsApp di nomor 08 877 171 171.

“Semua saluran kita buka, baik jalur formal maupun jalur partisipasi. Bapak Presiden ingin data ini dibuka, dikor eksi, dan dipahami dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya seperti dikutip dari laman Kemensos, Selasa, 21 April 2026.

Penentuan peringkat desil 1 sampai 10 dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sementara Kementerian Sosial bersama kementerian lain dan pemerintah daerah bertugas melakukan pemutakhiran data sesuai kondisi riil di lapangan agar bantuan tepat sasaran.

Oleh karena itu, ia mengatakan Kemensos berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk Pemprov Sulteng untuk mendorong hadirnya operator data desa di setiap kelurahan dan desa yang bertugas menginput data dari RT/RW maupun masyarakat.

Mensos juga menekankan pentingnya bantuan sosial dalam mendorong pemberdayaan masyarakat. “Bansos ini tidak hanya sekadar diterima, tetapi harus mendorong masyarakat untuk berdaya. Prinsipnya bansos sementara, berdaya selamanya,” tambahnya.

Bantuan sosial tetap diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, namun ke depan diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat.***

 

 

 

Menteri Sosial himbau pada masyarakat untuk turut aktif terlibat pada proses penyaluran bansos agar tepat sasaran

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

Topic News