RIWARA.id – Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menegaskan komitmen TNI AU untuk memperkuat kedaulatan wilayah udara melalui percepatan modernisasi alutsista dan kualitas sumber daya manusia.
Dalam peringatan HUT ke-80 TNI AU, KSAU mengungkapkan rencana penambahan empat unit pesawat angkut berat A400M serta target pembangunan 30 Satuan Radar (Satrad) yang ditargetkan rampung pada tahun 2029.
Terkait penambahan armada angkut A400M produksi Airbus, KSAU menjelaskan bahwa pihaknya kini tengah menunggu keputusan resmi dari Kementerian Pertahanan (Kemhan).
Sebagai operator kekuatan, TNI AU telah menyiapkan infrastruktur pendukung, perawatan, hingga pelatihan awak pesawat untuk mengoperasikan alutsista raksasa tersebut.
Saat ini, TNI AU baru saja mengoperasikan dua unit A400M yang menjadi pesawat angkut terbesar dalam sejarah militer Indonesia.
Selain armada angkut dan kedatangan jet tempur Rafale, prioritas utama TNI AU adalah menghapus titik buta (blind spot) di wilayah udara nasional.
KSAU menargetkan pengoperasian 30 Satuan Radar (Satrad) di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 25 unit radar baru akan didatangkan untuk menggantikan radar lama yang sudah usang namun masih berfungsi, guna memastikan setiap pergerakan pesawat asing dapat terpantau secara akurat.
Marsekal TNI Tonny Harjono menekankan bahwa kehadiran teknologi canggih seperti jet tempur KF-21 Boramae maupun pesawat Kaan dari Turki di masa depan tidak akan maksimal tanpa dukungan SDM yang berkualitas.
Ia mendorong seluruh jajaran untuk meningkatkan kualitas personel agar mampu menguasai ranah bidang pertahanan yang semakin dinamis.
Akselerasi ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan upaya memastikan seluruh kekuatan udara bekerja secara utuh dan terpadu.
Dengan integrasi antara alutsista mutakhir dan personel yang profesional, TNI AU optimistis dapat beradaptasi dengan dinamika perkembangan militer tingkat dunia.
Penguatan infrastruktur pertahanan dan pelatihan yang berkelanjutan menjadi kunci utama agar TNI AU dapat memberikan dampak nyata bagi kepentingan nasional serta menjaga marwah kedaulatan udara Indonesia di mata internasional. (***)
Ari Kristyono


KSAU Marsekal TNI Tonny Harjono ungkap rencana tambah 4 unit A400M & bangun 30 Satuan Radar untuk hapus titik buta udara Indonesia.