Layani Kesehatan Jemaah Haji 2026, Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah, Bagaimana Sistemnya?

  • Ayu Abriyani
  • Kamis, 02 April 2026 | 21:03 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Haji 2026
Kemenhaj Siagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk Haji 2026 (Foto: haji.go.id)

RIWARA.id - Pelaksanaan Ibadah Haji 2026 tinggal 2 bulan lagi. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperkuat sistem layanan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 H/2026 M.

Hal itu seiring dengan kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi yang mengatur rasio pelayanan kesehatan bagi para jemaah haji.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Liliek Marhaendro Susilo, mengatakan pemerintah Arab Saudi telah mengeluarkan kebijakan baru yaitu satu klinik kesehatan kini minimal melayani 5.000 jemaah haji.

Dengan demikian, di Makkah akan didirikan 40 klinik kesehatan yang tersebar di 10 sektor untuk melayani para jemaah. Sementara, di Madinah akan disediakan 5 klinik kesehatan di 5 sektor.

Selain itu, masing-masing satu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) juga akan beroperasi di Makkah dan Madinah.

"Dengan adanya penambahan klinik dan penguatan layanan di KKHI, kami berharap pelayanan kesehatan bagi jemaah bisa lebih optimal,” tuturnya yang dikutip Riwara.id dari laman haji.go.id, Kamis 2 April 2026.

Untuk meningkatkan ketepatan dan kecepat an penanganan medis, petugas kesehatan kloter juga akan dibekali pedoman rujukan berbasis tingkat keparahan (severity level) penyakit.

Melalui sistem ini, petugas dapat menentukan apakah jemaah dirujuk terlebih dahulu ke KKHI atau langsung dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi.

“Pendekatan severity level sangat penting agar jemaah mendapatkan pertolongan yang cepat dan tepat sesuai dengan kondisi kesehatannya,” jelas Liliek.

Dalam rangka menjamin mutu pelayanan, pemerintah Arab Saudi juga mensyaratkan supervisi dari penyedia layanan kesehatan swasta yang telah terakreditasi.

Pada musim haji tahun 2026, pengawasan layanan kesehatan jemaah haji Indonesia akan dilakukan oleh Saudi German Hospital.

Sementara itu, penyediaan obat selama masa operasional haji akan didistribusikan dari KKHI di Makkah dan Madinah, ke semua tenaga kesehatan kloter yang mendampingi para jemaah di hotel.

Liliek juga mengimbau para jemaah yang masih menunggu keberangkatan dari tanah air agar menjaga kesehatan sejak awal persiapan.

Ia menganjurkan penerapan pola hidup bersih dan sehat bagi jemaah, seperti mencuci tangan sebelum makan, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta rutin berolahraga ringan minimal 30 menit setiap harinya.

Jemaah juga diimbau untuk istirahat cukup, minimal enam jam tidur setiap malam. Juga menjaga pikiran agar tetap positif.

Bagi jemaah haji dengan penyakit penyerta (komorbid), ia menekankan pentingnya kepatuhan dalam mengonsumsi obat sesuai resep dari dokter.

Liliek juga mengajak para jemaah untuk memperkuat kesiapan spiritual dengan memperbanyak dzikir, doa, dan bertawakal kepada Allah SWT agar ibadah haji bisa berjalan lancar, serta kembali ke tanah air dengan sehat dan selamat.

Kemenhaj menyiagakan 45 Klinik Kesehatan di Makkah dan Madinah untuk melayani jemaah haji Indonesia. Upaya itu untuk mendukung kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan layanan kesehatan jamaah.

Foto Editor
Author : Ayu Abriyani

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

Topic News