Arus Balik Lebaran Mengintai, Jasa Marga Minta Hindari Tanggal Ini!

  • Inung R Sulistyo
  • Senin, 23 Maret 2026 | 17:40 WIB
  • Default Publisher Publish by: Inung R Sulistyo
Iluatrasi Kepadatan kendaraan terjadi di ruas tol Trans Jawa saat arus mudik Lebaran, dengan volume lalu lintas meningkat signifikan.
Iluatrasi Kepadatan kendaraan terjadi di ruas tol Trans Jawa saat arus mudik Lebaran, dengan volume lalu lintas meningkat signifikan. (Foto: Ilustrasi di buat menggunakan teknologi buatan AI)


RIWARA.id - Gelombang arus balik Lebaran mulai terasa. Setelah jutaan kendaraan keluar dari Jabodetabek, Jasa Marga mengingatkan masyarakat untuk tidak pulang di waktu favorit—karena puncak kepadatan diprediksi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Puncak Arus Balik Diprediksi 24, 28, dan 29 Maret

Sebagaimana dikutip riwara.id, Senin, 23 Maret 2026,  Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, mengimbau masyarakat agar menghindari puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.

Menurutnya, tingginya volume kendaraan yang masih meninggalkan wilayah Jabodetabek hingga H+1 Lebaran menjadi indikator bahwa lonjakan arus balik akan sangat signifikan.

WFA Jadi Solusi Hindari Macet

Bagi masyarakat yang memiliki fleksibilitas waktu, Rivan menyarankan untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 25–27 Maret 2026.

Langkah ini dinilai efektif untuk mengurai kepadatan kendaraan, sekaligus mendi stribusikan arus lalu lintas agar tidak menumpuk pada satu waktu.

Diskon Tol 30% untuk Arus Balik

Sebagai strategi tambahan, Jasa Marga juga memberikan diskon tarif tol sebesar 30% pada 26–27 Maret 2026.

Diskon ini berlaku di sembilan ruas tol Jasa Marga Group dengan skema perjalanan menerus, guna mendorong masyarakat memilih waktu perjalanan di luar puncak arus balik.

2,2 Juta Kendaraan Sudah Tinggalkan Jabodetabek

Data terbaru menunjukkan bahwa volume kendaraan yang meninggalkan Jabodetabek pada periode 11–22 Maret 2026 mencapai 2.217.462 kendaraan.

Angka ini meningkat 27,1% dibandingkan lalu lintas normal, yang tercatat sebesar 1.744.683 kendaraan.

Arus ini berasal dari empat gerbang tol utama:

GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa)
GT Kalihurip Utama (arah Bandung)
GT Cikupa (arah Merak)
GT Ciawi (arah Puncak)
Mayoritas Mengarah ke Timur

Distribusi lalu lintas menunjukkan mayoritas kendaraan menuju arah timur:

54,9% (1,21 juta kendaraan) ke Trans Jawa dan Bandung
25% (555 ribu kendaraan) ke arah Merak
20,1% (446 ribu kendaraan) ke arah Puncak
H+1 Lebaran Masih Tinggi

Pada H+1 Lebaran (22 Maret 2026), lalu lintas yang meninggalkan Jabodetabek masih tinggi, mencapai 210.209 kendaraan—melonjak 57,3% dibandingkan kondisi normal.

Sementara itu, arus balik menuju Jabodetabek baru mencapai 170.681 kendaraan, atau masih sedikit di bawah volume normal.

Artinya, gelombang arus balik besar diperkirakan belum mencapai puncaknya.

Imbauan Penting untuk Pengendara

Rivan A. Purwantono mengingatkan masyarakat untuk:

Menghindari perjalanan di jam favorit (pagi & malam)
Mengantisipasi kepadatan di jalur wisata
Memastikan kondisi kendaraan dan fisik pengemudi prima
Mengatur waktu perjalanan lebih fleksibel
Kesimpulan: Jangan Pulang Bersamaan

Dengan lebih dari 60% kendaraan sudah keluar dari Jabodetabek, potensi kepadatan arus balik sangat tinggi.

Strategi terbaik bagi pemudik adalah menghindari tanggal puncak, memanfaatkan WFA, dan mengambil keuntungan dari diskon tarif tol.

Jika tidak, kemacetan panjang hampir tak terhindarkan.*

 

Sebagaimana dikutip riwara.id dari Antara, Jasa Marga imbau masyarakat hindari puncak arus balik Lebaran 24, 28, dan 29 Maret 2026.

Foto Editor
Author : Inung R Sulistyo

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

Topic News