RIWARA.ID, JAKARTA – Kepolisian terus mendalami dugaan pembagian peran dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanudin, hasil analisis sementara menunjukkan adanya lebih dari satu pihak yang terlibat dalam aksi tersebut.
“Dari rekaman CCTV, terlihat ada pergerakan yang saling berkaitan antar pelaku,” ujarnya.
Dalam penyelidikan, polisi menduga terdapat pelaku yang berperan sebagai eksekutor di lapangan, sementara lainnya melakukan pengawasan dan pemantauan.
Indikasi ini muncul dari keberadaan lebih dari satu sepeda motor di sekitar lokasi sebelum kejadian.
Kendaraan kedua diduga bertugas memastikan kondisi sekitar aman sebelum aksi dilakukan.
Selain itu, pola komunikasi antar pelaku juga tengah didalami, termasuk kemungkinan adanya koordinasi sebelum kejadian.
Polisi menegaskan bahwa seluruh temuan ini masih bersifat awal dan membutuhkan pembuktian lebih lanjut melalui proses hukum.
Sejauh ini, aparat penegak hukum juga berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk militer, untuk memastikan penanganan berjalan transparan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena melibatkan aktivis hak asasi manusia.*
Inung R Sulistyo


Polisi dalami pembagian peran pelaku dalam kasus air keras aktivis KontraS. Dugaan keterlibatan lebih dari satu pihak menguat.