Jumlah Pemudik di Jawa Tengah Diprediksi Mencapai 17,3 Juta Orang, Ini Fasilitas yang Disiapkan Pemprov Jateng

  • Ayu Abriyani
  • Selasa, 10 Maret 2026 | 05:11 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Pemprov Jateng Lakukan Persiapan Fasilitas Jelang Mudik Lebaran 2026
Pemprov Jateng Lakukan Persiapan Fasilitas Jelang Mudik Lebaran 2026 (Foto: Instagram.com/@dishubkotasmg)

RIWARA.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memperdiksi ada belasan juta orang masuk yang masuk di wilayah Jawa Tengah, pada Lebaran 2026.

Untuk menyambut kedatangan para pemudik, Pemprov Jateng fokus pada keselamatan, keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Terkait hal itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengajak seluruh bupati dan wali kota beserta Forkopimda, untuk memantapkan persiapan di wilayah masing-masing.

“Rapat lintas sektoral ini untuk menyamakan persepsi kesiapan untuk arus mudik dan balik Lebaran 2026. Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk ke wilayah Jawa Tengah,” ungkap Luthfi dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Selasa 10 Maret 2026.

Rakor itu juga dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, beserta Forkopimda Jateng.

Tak hanya itu, Pemprov Jateng juga mempersiapkan sarana prasarana, ketersediaan bahan pokok penting, hingga mitigasi wilayah rawan bencana dan langkah antisipasinya.

Ada sejumlah fasilitas yang sudah disiapkan Pemprov Jateng untuk para pemudik yaitu Posko Terpadu di Ka ntor Dinas Perhubungan Jateng, Posko Kewilayahan di enam Balai Pengelola Sarana Prasarana Perhubungan Wilayah se-Jateng, posko di 23 Terminal Tipe B, serta patroli mobile di lokasi rawan macet (objek wisata, pusat keramaian, pasar tumpah, dan lainnya).

Tak hanya kesiapan fasilitas umum, Pemprov Jateng juga menyiapkan layanan keamanan seperti pemasangan rambu portable, pemasangan 10 titik CCTV tambahan, serta pelaksanaan mudik dan balik rantau gratis.

Dari sisi kendaraan, ada rampcheck angkutan umum di 23 terminal tipe B, serta menyiapkan berbagai jalur alternatif untuk memperlancar lalu lintas.

Saat ini Pemprov Jateng tengah juga melakukan perbaikan jalan berlubang, pemasangan rambu lalu lintas dan penerangan jalan.

Percepatan penanganan fasilitas jalan tersebut sangat diperlukan agar jalan bisa mulus dan tidak ada lubang. Jadi, masyarakat bisa menggunakan jalan dengan lancar.

Terkait ketersediaan bahan pokok, Gubernur juga meminta agar jajarannya melakukan operasi pasar dan pengecekan yang dilakukan Satgas Pangan.

Ia tidak ingin di wilayah Jawa Tengah ada kekurangan stok bahan pokok dan penimbunan, yang memicu kenaikan harga dan inflasi di wilayahnya.

“Operasi pasar kita perban y ak, saat ini sudah ada sekitar 300 kegiatan yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota,” imbuhnya.

Jumlah pemudik yang masuk ke wilayah Jawa Tengah diprediksi Mencapai 17,3 juta orang. Pemprov Jateng fokus pada fasilitas untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Foto Editor
Author : Ayu Abriyani

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

Topic News