Google dan Apple Resmi Masuk Arena Musik AI, Industri Rekaman Siap Berubah?

  • Ayu Abriyani
  • Kamis, 19 Februari 2026 | 16:50 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Google dan Apple Resmi Masuk Arena Musik AI
Google dan Apple Resmi Masuk Arena Musik AI (Foto: Riwara.id)

 

RIWARA.id – Menciptakan musik kini tak lagi eksklusif bagi musisi profesional. Dengan bantuan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), siapa pun bisa membuat lagu hanya lewat teks, foto, bahkan video.

Langkah besar ini ditandai oleh dua raksasa teknologi dunia, Alphabet Inc. dan Apple Inc., yang sama-sama meluncurkan fitur AI generatif berbasis musik di aplikasi utama mereka.

Perkembangan ini menjadi sinyal kuat bahwa AI musik bukan lagi eksperimen laboratorium, melainkan sudah memasuki fase penggunaan massal (mainstream).

Baca juga: Di Tengah Sikap Keras Trump, CEO Ford Bahas Produksi Mobil China di AS?

Gemini Kini Bisa Ciptakan Lagu 30 Detik

Asisten AI Google, Google Gemini, kini mampu menciptakan trek musik berdurasi 30 detik berdasarkan prompt teks, foto, atau video yang diunggah pengguna.

Fitur ini didukung model terbaru Lyria 3 dari Google DeepMind, sebagaimana diumumkan perusahaan melalui blog resmi pada Rabu.

 

Pengguna dapat memilih:

Lagu dengan lirik kustom

Audio instrumental murni

Fitur ini tersedia bagi pengguna berusia di atas 18 tahun dan mendukung berbagai bahasa. Peluncuran dimulai di versi desktop Gemini, kemudian menyusul di aplikasi seluler dalam beberapa hari ke depan.

Tak hanya audio , model pencipta gambar populer Gemini bernama Nano Banana juga dapat membuat artwork cover otomatis untuk lagu yang dihasilkan. Artwork ini muncul ketika pengguna membagikan tautan musik kepada orang lain.

Langkah ini memperkuat posisi Google dalam persaingan AI konsumen, terutama melawan ChatGPT milik OpenAI. Bahkan, setelah peluncuran Gemini 3 pada November lalu, CEO OpenAI Sam Altman sempat menyebut situasi tersebut sebagai “kode merah”.

Baca juga: 600 Kuota Mudik Gratis Lebaran 2026 Disiapkan Dishub Kabupaten Bandung, Daftar Mulai 20 Februari

Apple Tak Mau Ketinggalan

Tak berselang lama, Apple juga mengumumkan fitur AI untuk membuat playlist otomatis di Apple Music.

Fitur bernama Playlist Playground ini memanfaatkan Apple Intelligence untuk mengubah prompt teks menjadi playlist lengkap berisi:

25 lagu

Artwork cover

Deskripsi playlist

Fitur tersebut menjadi bagian dari iOS 26.4 yang kini masih dalam tahap beta dan akan dirilis luas pada musim semi 2026.

Langkah Apple ini otomatis bersaing dengan fitur serupa dari Spotify, yang lebih dulu bereksperimen dengan playlist berbasis AI.

Tak lama setelah pengumuman Google, saham Spotify sempat terkoreksi. Saham Sirius XM juga ikut melemah. Meski demikian, analis Bloomberg Intelligence menilai fitur AI Google belum tentu menjadi faktor penentu bagi Spotify dalam jangka pendek.

Baca juga: Bulan Peduli Kanker, YKAKI Adakan Aksi Solidaritas Berani Gundul untuk Anak Pejuang K anker

Model Bisnis: Tidak Sepenuhnya Gratis

Meski terlihat revolusioner, fitur ini tidak sepenuhnya gratis. Google membatasi pengguna gratis untuk membuat 10 trek per hari. Sementara pelanggan berbayar bisa menghasilkan 20 hingga 100 trek per hari tergantung paket langganan.

Google menyatakan pengguna memiliki hak atas lagu yang mereka buat. Namun, perusahaan juga menerapkan filter ketat untuk mencegah pelanggaran hak kekayaan intelektual dan privasi.

Menurut Google, jika pengguna menyebut nama musisi tertentu, Gemini hanya akan menggunakan referensi tersebut sebagai “inspirasi kreatif luas”, bukan meniru langsung karya artis tersebut.

Perusahaan juga menegaskan bahwa pelatihan model Lyria 3 menggunakan musik yang haknya dimiliki atau dilisensikan sesuai perjanjian YouTube dan Google.

Baca juga: SIAP-SIAP! Bank Indonesia Mulai Buka Layanan Tukar Uang Baru Serambi 2026, Gunakan Aplikasi PINTAR dan Ikuti Tata Cara Penukarannya

Industri Musik Masih Skeptis

Meski teknologi ini mengundang antusiasme, industri musik tidak sepenuhnya menyambutnya dengan tangan terbuka.

Pada 2024, tiga raksasa label yakni Universal Music Group, Warner Music Group, dan Sony Music Entertainment menggugat startup AI musik Suno dan Udio atas dugaan pelanggaran hak cipta.

Beberapa kesepakatan lisensi memang telah tercapai, namun ketegangan antara teknologi AI dan industri rekaman masih jauh dari selesai.

Baca juga: Dua Remaja Tenggelam di Sungai Tegowanu Grobogan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Masa Depan Musik di Tangan AI?

Langkah Google dan Apple menandai babak baru dalam evolusi industri kreatif. Kini, batas antara kreator dan konsumen semakin tipis. Siapa pun bisa menjadi “produser” dalam hitungan detik.

Namun, pertanyaan besarnya: apakah AI akan menjadi alat kolaborasi bagi musisi, atau justru ancaman terhadap model bisnis lama?

Yang jelas, pertarungan AI musik baru saja dimulai — dan dampaknya berpotensi mengubah lanskap industri hiburan global secara permanen.

Google dan Apple luncurkan fitur AI pembuat musik dan playlist otomatis. Industri musik waspada, pasar streaming tertekan.

Foto Default
Author : Ayu Abriyani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News