Di Tengah Sikap Keras Trump, CEO Ford Bahas Produksi Mobil China di AS?

  • Ayu Abriyani
  • Kamis, 19 Februari 2026 | 16:40 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
CEO Ford Temui Pejabat AS Bahas Produksi Mobil China
CEO Ford Temui Pejabat AS Bahas Produksi Mobil China (Foto: Foto Ilustrasi Dibuat dengan AI)

 

RIWARA.id – Di tengah ketegangan dagang Amerika Serikat dan China, langkah mengejutkan datang dari industri otomotif. CEO Ford Motor Company, Jim Farley, dilaporkan bertemu dengan sejumlah pejabat senior pemerintahan Donald Trump untuk membahas peluang usaha patungan (joint venture) yang memungkinkan mobil China diproduksi di pabrik-pabrik Ford di Amerika Serikat.

Sebagaimana dikutip Riwara.id dari Xinhua pada Kamis, 19 Februari 2026, pertemuan tersebut membahas potensi pembentukan usaha patungan antara Ford dan produsen mobil China untuk pasar Amerika.

Langkah ini memicu perhatian besar karena dilakukan saat pemerintahan Trump tetap bersikap keras terhadap impor barang dari China.

Baca juga: 600 Kuota Mudik Gratis Lebaran 2026 Disiapkan Dishub Kabupaten Bandung, Daftar Mulai 20 Februari

Skema Joint Venture: Ford Tetap Pegang Kendali

Dalam proposalnya, Ford disebut mengusulkan usaha patungan dengan mayoritas kepemilikan tetap berada di tangan perusahaan asal Amerika tersebut. Skema ini mirip dengan kebijakan China yang selama ini mewajibkan merek asing bermitra dengan perusahaan domestik untuk memproduksi kendaraan di dalam negeri.

Usaha patungan yang diusulkan mencakup:

Produksi kendaraan di fasilitas Ford di AS

Berbagi teknologi kendaraan listrik

Pembagian keuntungan antara Ford dan mitra China

Meski demikian, sumber yang terlibat menyebut diskusi masih tahap awal dan belum ada kesepakatan resmi yang disetujui.

Baca juga: Bulan Peduli Kanker, YKAKI Adakan Aksi Solidaritas Berani Gundul untuk Anak Pejuang Kanker

Setelah Eropa, Kini Bidik Pasar AS

Kabar ini muncul setelah Ford mengumumkan kerja sama serupa di Eropa dengan Geely, di mana fasilitas produksi Ford akan digunakan untuk memproduksi kendaraan milik Geely.

Di China sendiri, Ford telah lama menjalankan usaha patungan dengan:

Changan Automobile

Jiangling Motors Corporation

Artinya, model kemitraan lintas negara bukan hal baru bagi Ford. Namun, membawa pola tersebut ke Amerika jelas menjadi isu yang sensitif secara geopolitik.

Baca juga: SIAP-SIAP! Bank Indonesia Mulai Buka Layanan Tukar Uang Baru Serambi 2026, Gunakan Aplikasi PINTAR dan Ikuti Tata Cara Penukarannya

Xiaomi Dibantah Jadi Mitra

Spekulasi sempat menyebut Xiaomi sebagai kandidat mitra potensial, mengingat perusahaan teknologi itu kini agresif masuk ke industri kendaraan listrik.

Namun baik Ford maupun Xiaomi telah membantah rumor tersebut. Hingga kini, belum ada mitra China yang diumumkan secara resmi untuk pasar AS.

 

Strategi EV Murah di Tengah Persaingan Ketat

Kemitraan denga n produsen China berpotensi memberi Ford akses pada platform kendaraan listrik (EV) yang lebih murah dan efisien. Industri otomotif China dikenal unggul dalam efisiensi biaya baterai dan skala produksi.

Jika joint venture terealisasi, Ford bisa mempercepat transformasi EV dengan biaya lebih rendah — langkah penting di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menariknya, meski Trump dikenal keras terhadap barang impor China, ia sebelumnya juga menyatakan terbuka jika perusahaan China membangun fasilitas produksi langsung di wilayah AS dan menciptakan lapangan kerja.

Baca juga: Dua Remaja Tenggelam di Sungai Tegowanu Grobogan, Tim SAR Lakukan Pencarian

Taruhan Besar Industri Otomotif AS

Rencana ini memunculkan sejumlah pertanyaan besar:

Apakah pemerintahan Trump akan menyetujui skema tersebut?

Bagaimana respons publik dan serikat pekerja?

Apakah konsumen AS siap menerima mobil dengan teknologi China yang diproduksi di Amerika?

Jika terealisasi, langkah Ford bisa menjadi preseden besar dalam hubungan industri otomotif AS–China — sekaligus menunjukkan bahwa di balik tensi politik, kepentingan bisnis tetap mencari jalan.

Untuk saat ini, pembicaraan masih berlangsung. Namun satu hal jelas: dinamika global kendaraan listrik memasuki babak baru yang lebih kompleks dan penuh strategi.

CEO Ford temui pejabat Trump bahas produksi mobil China di AS. Strategi EV murah atau manuver kontroversial?

Foto Default
Author : Ayu Abriyani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News