


Riwara.id – Bagi Anda yang saat ini masih aktif merokok dan mulai memiliki rencana untuk perlahan mengurangi dan berhenti merokok, tentu ada beberapa hal yang bisa mulai dipersiapkan.
Seperti yang kita ketahui bahaya rokok terjadi bukan hanya bagi orang yang merokok tapi bagi orang yang ada disekitarnya. Ini karena asap rokok bisa membuat orang yang tidak merokok juga terkena imbas kesehatan.
Dalam seminar awam world cancer day yang digelar RSUD Moewardi Solo, dr Hartanto Dwi Nugroho ,Sp.P (K) Onk, FISR yang digelar Rabu, 4 Februari 2026 mengatakan, merokok adalah kebiasaan menghirup asap daripembakaran tembakau (rokok konvensional) atau uap yang dihasilkan alat elektronik (rokok elektrik atau vape)
Aktifitas merokok sendiri terbagi menjadi 3 istilah perokok diantaranya ada yang dinamakan firsh hand smoke.
“First-hand smoke adalah aliran asap yang dihirup langsung oleh orang yang menggunakan produk tembakau. Asap rokok tersebut berasal dari rokok, cerutu, pipa,”ujarnya.
Second-hand Smoke adalah gabungan dari dua hal yaitu asap yang dihembuskan dari paru-paru perokok dan asap yang keluar dari pembakaran tembakau dan vape. Racun yang mematikan ini mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, dan 70 di antarany
Third-hand Smoke adalah residu beracun yang mengandung nikotin, karsinogen, dan logam berat seperti arsenik, timbal, dan sianida.
Third-ha nd Smoke dihasilkan saat First-hand Smoke dan Second- hand Smoke menempel pada permukaan dan benda di sekeliling kita. Residu ini menumpuk di pakaian, furnitur, gorden, dinding.
Banyak orang masih belum bisa membedakan antara rokok konvensional dan rokok elektrik yang saat ini banyak dikonsumsi.
Rokok elektrik adalah rokok yang menghasilkan uap nikotin dari pemanasan cairan(liquid).
Rokok elektrik idak menghasilkan tar, tetapi tetap mengandung nikotin dan bahan kimia berbahaya.
Rokok konvensional adalah asap yang dihasilkan dari pembakaran tembakau yang mengandung nikotin, tar, karbon monoksida, dan ribuan zat kimia berbahaya.
Lalu bagaimana cara mulai berhenti merokok? Dr Hartanto mengungkapkan ada dua cara efektif untuk mulai berhenti merokok.
2. Pengurangan
Jumlah rokok yang diisap setiap hari dikurangi secara berangsur-angsur dengan jumlah yang sama sampai 0 batang pada hari yang ditetapkan. Rata-rata menghisap 28 batang rokok per hari,
dengan estimasi waktu bwerhenti merokok direncanakan dalaam waktu 7 hari.
"Setiap kepulan asap membawa risiko, namun setiap langkah untuk berhenti membawa harapan. Rokok adalah faktor risiko utama berbagai jenis kanker, tetapi kabar baik nya, ini adalah risiko yang bisa kita kendalikan. Di Hari Kanker Sedunia, mari jadikan kesehatan s ebagai prioritas. Sayangi paru-parumu, sayangi orang-orang di sekitarmu, dan pilihlah hidup tanpa asap rokok,” pungkasnya.***
Seperti yang kita ketahui bahaya rokok terjadi bukan hanya bagi orang yang merokok tapi bagi orang yang ada di sekitarnya. Ini karena asap rokok bisa membuat orang yang tidak merokok juga terkena imbas kesehatan