Riwara.id – Mungkin bagi sebagian orang masih awam dengan istilah kaheksia kanker, ap aitu kaheksia kanker. Kaheksia kanker adalah sekumpulan gejala yang ditandai dengan perubahan metabolisme tubuh yang ditandai dengan massa otot yang mengalami penurunan, massa lemak turun, berat badan turun hingga penurunan sistem imun pada tubuh.
Kaheksia kanker tidak sepenuhnya bisa diperbaiki hanya dengan nutrisi, kaheksia bisa meningkatkan morbiditas dan mortalitas serta menurunkan kualitas hidup. Berbeda dengan jenis kanker lain yang bisa dilakukan terapi atau kemo, kaheksia kanker tidak dapat mentoleransi terapi termasuk radiasi, kemoterapi dan lebih mempunyai kecenderungan mengalami efek samping terhadap terapi kanker.
Berbagai hal seputar kaheksia kanker dibahas tuntas dalam rangkaian acara seminar awam world cancer day yang digelar hari ini Rabu, 4 Februari di RSUD Dr Moewardi Solo dengan pembicara berbagai dokter spesialis.
Menurut dr Indrawati, Sp.GK, ada beberapa gejala klinik kaheksia kanker yang bisa diperhatikan diantaranya penurunan berat badan 5 persen atau lebih dalam waktu 12 bulan atau kurang. Penurunan massa otot yang menyebabkan penderita sering merasa kelelahan.
“Gejala lain adalah penurunan massa lemak tubuh pemeriksaan aboratorium abnormal munculnya pningkatan petanda inflamasi (CRP >5,0 m g/L, IL-6 >4,0 pg/mLmuncul juga anemia (Hb < 12g/dL) dan Hipoalbuminemia <3,2g/dL,” terangnya.
Lebih lanjut dr Indrawati menjelaskan kaheksia juga memunculkan peradangan sistemik kronik. Tumor memicu pelepasan sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1, IL-6, IFN-γ) yang menimbulkan peningkatan pemecahan otot dan lemak.
Tumor “mencuri” nutrisi dan energi untuk pertumbuhannya sendiri, sehingga metabolisme
tubuh meningkat. Kemoterapi, radioterapi, dan pembedahan dapat memperberat peradangan, menurunkan nafsu makan, dan mengganggu penyerapan nutrisi
Baca juga: Longsor Gunung Slamet di Pemalang Tewaskan Dua Petani, Tim SAR Tuntaskan Pencarian Setelah Enam Hari
Gangguan lain yang kerpa muncul adalah gangguan hormonal dan neuroendokrin. Ketidakseimbangan hormon (leptin, ghrelin, kortisol) yang mengatur nafsu makan dan
metabolisme
Penderita kaheksia kanker akan mengalami penurunan nafsu makan yang cukup drastis. Ini disebabkan oleh mual, muntah, nyeri, kesulitan menelan, perubahan rasa dan bau, depresi,
percaya mitos yang tidak benar.
Jika terkena jenis kanker ini Anda harus mulai merubah pola makan, Sampai saat ini belum ada diet khusus yang diketahui dapat menyembuhkan kanker atau mencegah kekambuhan kanker
Kebutuhan gizi akan berbeda-beda pada setiap pasien kanker dan harus terus dalam pantauan dokter yang penting adalah berikan nutrisi tinggi energi dan tinggi protein bagi pasien kanker.
Bagaimana Pola Makan untuk Mencegah Kanker?
Pola makan dan gaya hidup jadi faktor penting untuk menjaga tubuh tetap sehat dan jauh dari penyakit kanker. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mulai hidup sehat dengan pola makan yang sehat pula.
Pertama, pertahankan berat badan di rentang yang normal, dan hindari kenaikan berat badan berlebihan. Menjaga berat badan ideal sangat penting ketika berat badan tiba-tiba naik maka akan diikuti dengan berbagai penyakit lain.
Kedua, mulailah meningkatkan aktivitas fisik baik intensitas sedang maupun tinggi, selama 75-150 menit per minggu. Selanjutnya adalah batasi perilaku tidak banyak bergerak, seperti duduk, berbaring, serta bentuk hiburan berbasis layar lainnya. Semakin Anda mager semakin banyak penyakit yang akan mulai berdatangan.
Terakhir, hindari minum alkohol, alkohol tentu minuman yang bisa merusak fungsi hati dan bisa menjalar ke berbagai organ penting lainnya. Sebaiknnya kurangi atau hindari minum alkohol untuk menjaga kesehatan.***
Mungkin bagi sebagian orang masih awam dengan istilah kaheksia kanker, ap aitu kaheksia kanker. Kaheksia kanker adalah sekumpulan gejala yang ditandai dengan perubahan metabolisme tubuh yang ditandai dengan massa otot yang mengalami penurunan, massa lemak turun, berat badan turun hingga penurunan sistem imun pada tubuh