Presiden Indonesia yang Pernah Jadi Korban Penyadapan: Kasus SBY vs Australia hingga Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 17:31 WIB
Presiden Prabowo Bertakziah ke Kediaman Megawati Soekarnoputri
Presiden Prabowo dan Megawati Soekarnoputri (Foto: Instagram.com/@sekretariat.kabinet)

RIWARA.ID - Kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyasar Presiden Prabowo Subianto kembali menggegerkan publik nasional. Peristiwa ini melengkapi catatan panjang sejarah keamanan komunikasi orang nomor satu di Indonesia, yang ternyata kerap menjadi sasaran empuk pemantauan pihak tertentu.

Sejak era Reformasi, isu penyadapan tak hanya menyasar pejabat tinggi, tetapi juga menembus ruang privat para Presiden Indonesia. Mulai dari penyadapan oleh intelijen asing hingga penemuan perangkat penyadap rahasia di rumah dinas, berikut rekam jejak presiden Indonesia yang pernah terseret dalam pusaran dugaan penyadapan:

1. B.J. Habibie (1998–1999)

Pada masa awal transisi Demokrasi pasca-Reformasi, Presiden ke-3 RI B.J. Habibie menjadi salah satu korban kebocoran komunikasi paling menghebohkan. Rekaman percakapan teleponnya dengan Jaksa Agung Andi Muhammad Ghalib pada Desember 1998 bocor ke publik.

Dalam rekaman yang membahas penanganan kasus dugaan korupsi mantan Presiden Soeharto tersebut, percakapan rahasia negara disadap dan kemudian dipublikasikan oleh majalah Panji Masyarakat pada Februari 1999. Kejadian ini menjadi preseden buruk pertamanya kerahasiaan komunikasi pejabat tinggi negara di Indonesia.

2. Megawati Soekarnoputri (2001–2004)

Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, secara terbuka pernah menyampaikan kekhawatirannya mengenai keamanan komunikasi pribadinya. Ia mengaku sengaja membatasi penggunaan telepon seluler karena merasa jalurnya selalu dipantau oleh pihak tertentu.

Meskipun Megawati tidak secara eksplisit membeberkan aktor atau pihak intelijen yang dicurigainya, pengakuan tersebut membuktikan betapa rentannya proteksi komunikasi bagi seorang kepala negara pada masa itu.

3. Susilo Bambang Yudhoyono / SBY (2004–2014)

Skandal penyadapan terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi kasus penyadapan paling mengguncang hubungan diplomatik Indonesia. Pada November 2013, dokumen rahasia intelijen yang dibocorkan oleh whistleblower asal AS, Edward Snowden, terkuak ke publik.

Dokumen tersebut membeberkan bahwa badan intelijen Australia, Defence Signals Directorate (DSD), telah menyadap aktivitas telepon seluler SBY serta sang istri, Ani Yudhoyono, selama 15 hari pada Agustus 2009. Akibat insiden diplomasi ini, Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas dengan menarik Duta Besar RI untuk Australia sebagai bentuk protes keras.

4. Jokowi (2014–2024)

Isu penyadapan terhadap Joko Widodo (Jokowi) mencuat jauh sebelum dirinya melangkah ke Istana Negara, tepatnya saat masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada akhir 2013.

Sebanyak tiga alat penyadap ditemukan terpasang secara ilegal di rumah dinas Jokowi di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat. Perangkat penyadap tersebut diletakkan di area yang sangat privat, meliputi kamar tidur utama, ruang tamu pribadi, dan ruang makan. Kasus penemuan alat sadap ini memicu perhatian besar publik terkait celah keamanan para pejabat pemerintahan.

5. Prabowo Subianto (2024–Sekarang)

Dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan tajam setelah Bareskrim Polri mengusut kasus peretasan dan akses ilegal yang menyeret jajaran perwira tinggi kepolisian.

Pengungkapan kasus penyadapan ilegal pimpinan negara ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi mengancam stabilitas dan kedaulatan keamanan nasional. ***

Rekam jejak dugaan penyadapan terhadap Presiden Indonesia dari masa ke masa, mulai dari BJ Habibie, Megawati, SBY, Jokowi, hingga Prabowo Subianto.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories