RIWARA.id – Perkembangan terbaru tragedi pendaratan darurat helikopter militer di Kalimantan Tengah akhirnya menemui titik terang. TNI Angkatan Darat mengonfirmasi bahwa satu orang awak helikopter Mi-17V5 yang sebelumnya dilaporkan hilang dalam insiden di perairan Kabupaten Seruyan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Donny Pramono, menyampaikan bahwa jenazah korban langsung dievakuasi tim penyelamat gabungan menuju RS Kuala Pembuang.
Operasi pencarian dan evakuasi ini merupakan kelanjutan dari insiden crash landing yang dialami helikopter angkut tersebut saat menjalankan misi penanggulangan darurat di wilayah perairan Desa Sungai Perlu.
Sebelumnya, helikopter angkut berat tersebut membawa total delapan orang kru di dalam kabin saat diterjunkan ke lokasi misi.
Dari keseluruhan total personel di dalam pesawat, sebanyak lima orang kru dipastikan selamat dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.
Sementara itu, dua orang kru lainnya yang sempat menjadi fokus pencarian intensif dilaporkan masih berada dalam proses evakuasi lanjutan oleh tim di lapangan.
Berdasarkan kronologi resmi pihak militer, penerbangan maut tersebut bermula ketika helikopter Mi-17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB.
Pesawat tersebut terbang menuju Telaga Pulang guna mengemban misi penting pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Wilayah operasional pemadaman tersebut difokuskan untuk menyelamatkan kawasan ekosistem vital di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).
Tragedi nahas tersebut pecah secara tiba-tiba ketika helikopter sedang melakukan proses pengambilan air laut guna keperluan water bombing di titik penugasan.
Pihak TNI AD menegaskan bahwa insiden ini murni merupakan kecelakaan kerja saat prajurit mengemban tugas negara dalam operasi penanggulangan bencana karhutla.
Hingga saat ini, tim investigasi khusus internal militer masih bekerja keras menyelidiki secara mendalam mengenai faktor-faktor utama penyebab kecelakaan penerbangan tersebut. (*)
TNI AD konfirmasi satu awak helikopter Mi-17V5 yang jatuh di perairan Seruyan, Kalteng, ditemukan meninggal dunia. Lima lainnya selamat.