Cuaca Ekstrem Picu Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru, BPBD Imbau Masyarakat dan Penambang Waspada

Senin, 02 November 2026 | 19:26 WIB
Cuaca Ekstrem Picu Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru
Cuaca Ekstrem Picu Banjir Lahar Dingin Gunung Semeru (Foto: Instagram.com/@bbtnbromotenggersemeru)

RIWARA.id – Beredar video di media sosial terjadinya banjir lahar dingin yang melanda sejumlah daerah aliran sungai (DAS) Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Minggu 1 November hingga Senin 2 November 2026.

Derasnya aliran air yang membawa material vulkanik dari Gunung Semeru menyebabkan tanggul Desa Pororejo, Kecamatan Tempursari, jebol hingga memutus akses jalan antar-wilayah. Aliran lahar dingin tersebut menimbulkan suara gemuruh yang sangat kencang di sepanjang DAS Semeru.

Menurut keterangan warga sekitar, tanda-tanda kemunculan banjir lahar dingin Gunung Semeru mulai terasa sejak Minggu pukul 23.00 WIB seiring dengan turunnya hujan lebat.

Dampak kerusakan terparah dilaporkan terjadi di kawasan perbatasan Lumajang-Malang pada Senin pagi sekitar pukul 07.40 WIB. Aliran deras banjir lahar meluap dan menjebol tanggul Sungai Glidik di Desa Pororejo, Kecamatan Tempursari. Tanggul tergerus akibat tingginya debit air bercampur material abu dan batu dari hulu Gunung Semeru pascahujan lebat.

Warga dan Penambang Diimbau Waspada

Terkait cuaca ekstrem di Kabupaten Lumajang, Pemerintah Daerah mengimbau masyarakat terutama pekerja dan penambang yang beraktivitas di kawasan aliran sungai Gunung Semeru, untuk waspada banjir lahar dingin dan longsor di sungai dan pertambangan.

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, mengatakan keselamatan keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di atas semua aktivitas dan pekerjaan. Untuk itu, para penambang diimbau segera menghentikan aktivitasnya sementara waktu ketika hujan deras mulai turun hingga kondisi dinyatakan aman.

“Jangan mengambil risiko dalam kondisi yang membahayakan. Perhatikan perubahan cuaca di sekitar, ikuti arahan petugas di lapangan, dan utamakan keselamatan diri serta rekan kerja,” ujarnya dikutip Riwara.id dari akun Instagram @bpbd.lumajang, Senin 2 November 2026.

BPBD Kabupaten Lumajang berharap masyarakat dan pekerja tambang dapat mematuhi SOP keselamatan, memantau perkembangan cuaca secara berkala, dan dapat kembali pulang ke rumah dengan selamat.

Gunung Semeru Masih Berstatus Siaga Level III

Dilansir dari akun Instagram @bbtnbromotenggersemeru, hujan terjadi di sekitar Gunung Semeru sejak Minggu malam, 1 November 2026 pukul 23.40 WIB. Pada periode 00.00-07.30 WIB, alat pemantauan merekam getaran banjir dengan amplitudo maksimum 65 mm. Aktivitas kegempaan lainnya mencatat 14 kali gempa letusan dan 1 kali gempa guguran.

Saat ini Gunung Semeru masih berstatus Siaga Level III. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi lahar hujan, awan panas, dan guguran lava, terutama di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru.

Beberapa sungai tersebut adalah Besuk Kobokan, Besuk Kang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Sesuai rekomendasi Badan Geologi, berikut ini beberapa zona larangan aktivitas di wilayah sekitar Gunung Semeru:

- Tidak beraktivitas di sekitar kawah atau puncak dengan radius 5 kilometer.

- Sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak dilarang untuk aktivitas.

- Di luar kedua jarak tersebut, area hingga 500 meter dari tepi sungai harus bebas dari aktivitas (hingga jangkauan potensi bahaya 17 kilometer).

Banjir lahar dingin Gunung Semeru terjadi pada Minggu 1 November hingga Senin 2 November 2026. Kondisi tersebut dipicu oleh cuaca ekstrem.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories