TNI AD Sukses Uji Tembak Roket Presisi TRLG-122 Buatan Turki, Indonesia Jadi Pengguna Ekspor Pertama

Jumat, 23 Oktober 2026 | 13:18 WIB
Unit rudal TRLG-122 buatan Roketsan Turki
Unit rudal TRLG-122 buatan Roketsan Turki (Foto: Turdef.com)

RIWARA.id – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sukses menggelar uji tembak roket artileri berpandu laser TRLG-122 buatan pabrikan pertahanan asal Turki, Roketsan. .

Dilaporkan Turdef.com, uji coba penembakan munisi presisi tinggi tersebut meluncur dari platform Peluncur Roket Multi Laras (MLRS) ITBM-600 milik Roketsan.

Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan Indonesia sebagai pelanggan ekspor pertama di dunia yang secara resmi mengadopsi roket TRLG-122.

Platform ITBM-600 yang digunakan dalam pengujian ini sejatinya diakuisisi untuk mengoperasikan rudal taktis Bora TBM.

Sistem peluncur fleksibel tersebut memang dirancang khusus agar mampu menembakkan berbagai jenis roket artileri dengan kaliber yang bervariasi.

Secara teknis, TRLG-122 merupakan varian berpandu laser dari roket TRG-122 yang sebelumnya mengandalkan pemandu berbasis GNSS.

Pengembangan rangka roket ini juga menjadi fondasi utama bagi rudal aerobalistik jarak pendek UAV-122.

Roket artileri berkaliber ringan ini memiliki tingkat akurasi sangat tinggi dengan Circular Error Probable (CEP) hanya sekitar dua meter.

Mampu menjangkau sasaran hingga jarak 35 kilometer, setiap unit kendaraan peluncur ITBM-600 sanggup membawa hingga 24 amunisi TRLG-122 dalam dua pod.

Integrasi pemandu laser membuat amunisi ini dapat dipadukan dengan Pesawat Tanpa Awak (UAV) sebagai pengarah sasaran akhir.

Skema ini memungkinkan TNI AD untuk menghancurkan target bergerak maupun titik statis musuh dengan presisi mematikan.

Selain varian TRLG-122, Roketsan juga mengembangkan TRLG-230 yang berukuran lebih besar dengan jangkauan jelajah hingga 70 kilometer.(*)

TNI AD sukses uji tembak roket TRLG-122 ROKETSAN dari MLRS ITBM-600. Indonesia resmi jadi pembeli ekspor pertama.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories