Selain Mortir, Masker Gas Kuno Ditemukan Saat Revitalisasi Karaton Surakarta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:32 WIB
Masker gas atau masker perang kuno yang ditemukan saat pembersihan kawasan Panti Pidana Karaton Surakarta Hadiningrat Selasa 20 Oktober 2026
Masker gas atau masker perang kuno yang ditemukan saat pembersihan kawasan Panti Pidana Karaton Surakarta Hadiningrat Selasa 20 Oktober 2026 (Foto: Dok. Riwara.id)

 

RIWARA.ID, SURAKARTA – Pembersihan kawasan Panti Pidana di kompleks Karaton Surakarta Hadiningrat mengungkap sejumlah benda peninggalan lama, mulai dari benda yang diduga mortir berbentuk mirip granat manggis hingga masker gas atau masker perang. Penemuan tersebut terjadi saat kegiatan revitalisasi, Selasa (20/10/2026) sore.

Benda yang diduga mortir itu ditemukan abdi dalem bersama petugas revitalisasi di belakang Bangsal Marcukudo atau Panti Pidana. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada kepolisian untuk mendapatkan penanganan khusus.

Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko mengatakan, laporan diterima sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas revitalisasi dan abdi dalem melaporkan temuan melalui layanan darurat kepolisian 110 dan Polsek Pasar Kliwon.

“Awalnya abdi dalem dan petugas revitalisasi sedang melakukan bersih-bersih, kemudian menemukan benda tersebut,” ujar Condro saat berada di lokasi, Selasa (20/10/2026).

Kapolresta kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 15.07 WIB untuk memeriksa kondisi benda yang ditemukan.

Mortir Berkarat, Brimob Dikerahkan

Menurut Condro, benda yang diduga mortir tersebut ditemukan dalam keadaan tertimbun tanah dan berkarat. Kondisi itu membuat penanganannya memerlukan personel khusus.

Polresta Surakarta kemudian meminta bantuan tim penjinak bom atau Jibom dari Brimob Polda Jawa Tengah untuk melakukan penyisiran dan evakuasi.

“Saat ditemukan, granat tersebut dalam kondisi tertimbun tanah dan berkarat, sehingga memerlukan penanganan khusus dari tim Jibom Brimob Polda Jawa Tengah,” terangnya.

Benda tersebut disebut memiliki bentuk menyerupai granat manggis. Namun, kepastian mengenai jenis, kondisi teknis, dan tingkat bahayanya tetap memerlukan pemeriksaan oleh petugas berwenang.

Masker Gas dan Cairan Pemadam Api Ikut Ditemukan

KPH Eddy Wirabhumi, salah satu anggota tim hukum Karaton Surakarta Hadiningrat di lingkungan Lembaga Dewan Adat (LDA), mengungkapkan bahwa kawasan Panti Pidana masih menyimpan sejumlah benda lama yang diduga berkaitan dengan perlengkapan prajurit.

Selain satu granat yang menurut keterangannya masih aktif, ditemukan pula masker gas atau masker perang serta cairan dalam wadah kaca yang disebut digunakan untuk pemadaman api.

Benda-benda tersebut belum seluruhnya teridentifikasi secara terperinci. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui jenis, fungsi, kondisi, dan keterkaitannya dengan sejarah keraton.

KPH Eddy meminta bantuan kepolisian agar tim Jihandak turut memeriksa benda-benda lain yang masih tersimpan di kawasan tersebut.

“Saya sudah meminta Pak Kapolres agar dibantu Jihandak untuk menetralisasi barang-barang di situ, karena masih ada yang berbahaya,” kata Eddy.

Keterangan mengenai granat yang disebut masih aktif tersebut merupakan penjelasan KPH Eddy. Sementara itu, kepolisian menyampaikan bahwa benda yang ditemukan di lokasi diduga merupakan mortir yang memerlukan penanganan khusus.

Polisi Sterilisasi 13 Lokasi di Kompleks Keraton

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya lain, kepolisian melakukan penyisiran dan sterilisasi di 13 lokasi di kompleks Karaton Surakarta Hadiningrat.

Beberapa lokasi yang diperiksa meliputi Keraton Kilen, Keputren, hingga Ndalem Ageng. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan kawasan selama proses revitalisasi berlangsung.

Kepolisian juga mengingatkan para abdi dalem agar tidak memindahkan benda mencurigakan yang ditemukan selama kegiatan pembersihan.

Apabila menemukan benda yang diduga berbahaya, petugas dan masyarakat diminta segera melapor melalui layanan kepolisian 110 atau Polsek Pasar Kliwon.

“Untuk kenyamanan bersama, kita juga meningkatkan pengamanan di kompleks Keraton Surakarta selama proses revitalisasi berlangsung, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Condro.

Panti Pidana Memiliki Riwayat Sejarah Keraton

Kawasan Panti Pidana tidak hanya menyimpan benda-benda lama, tetapi juga memiliki riwayat dalam tata hukum internal Karaton Surakarta Hadiningrat.

KPH Eddy menjelaskan bahwa pada masa lalu Panti Pidana digunakan sebagai tempat penahanan anggota keluarga keraton yang melakukan pelanggaran setelah melalui proses pemeriksaan dan pengadilan. Adapun Sidikoro disebut sebagai tempat yang dahulu digunakan untuk kepentingan penyidikan.

Kawasan tersebut juga pernah dimanfaatkan untuk menyimpan berbagai perlengkapan prajurit. Menurut Eddy, sebagian besar perlengkapan perang milik keraton pada masa lalu telah diserahkan untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pihak kepolisian menyampaikan dugaan bahwa benda yang ditemukan merupakan peninggalan masa perang kemerdekaan. Namun, asal-usul mortir dan benda-benda lain yang ditemukan masih memerlukan identifikasi lebih lanjut.

Penelusuran sejarah dan pendataan diperlukan agar informasi mengenai benda-benda tersebut dapat dipertanggungjawabkan secara historis.

Berpotensi Menambah Dokumentasi Museum

Penemuan mortir, masker gas, dan benda lama lainnya berlangsung di tengah kegiatan pembersihan yang berkaitan dengan revitalisasi kawasan keraton serta rencana pengembangan museum.

Menurut KPH Eddy, benda-benda yang ditemukan perlu diperiksa dan diidentifikasi sebelum dapat diketahui fungsi serta nilai sejarahnya. Setelah aspek keselamatan dipastikan oleh petugas berwenang, hasil identifikasi dapat menjadi bagian dari inventarisasi dan dokumentasi sejarah.

“Setelahnya tentu bisa dilakukan verifikasi, ini alat apa, untuk apa, dan seterusnya. Nantinya bisa menjadi literasi di museum yang baru,” jelasnya.

Meski demikian, tidak semua benda yang ditemukan otomatis dapat dijadikan koleksi museum. Status keamanan, kondisi fisik, hasil pemeriksaan teknis, nilai sejarah, dan ketentuan yang berlaku harus menjadi pertimbangan.

Khusus benda yang diduga mengandung bahan peledak, keselamatan tetap menjadi prioritas sebelum proses pendataan lebih lanjut dilakukan.

Penemuan tersebut menjadi pengingat bahwa revitalisasi kawasan bersejarah harus disertai pemeriksaan keamanan yang cermat. Melalui koordinasi dengan kepolisian, penyisiran lokasi, serta pendataan setelah dinyatakan aman, pelestarian Karaton Surakarta Hadiningrat diharapkan dapat berjalan tanpa mengabaikan keselamatan maupun ketepatan informasi sejarah.

Hingga berita ini disusun, hasil identifikasi teknis terhadap mortir dan benda-benda lain yang ditemukan belum diperoleh. Informasi mengenai kondisi dan tindak lanjut penanganannya tetap mengacu pada keterangan resmi pihak berwenang.*

Mortir dan masker gas kuno ditemukan saat revitalisasi Karaton Surakarta. Polisi bersama tim Jibom mensterilisasi 13 lokasi.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories