Granat Kuno Diduga Masih Aktif Ditemukan Saat Revitalisasi Karaton Surakarta, Begini Kronologinya

Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:57 WIB
KPH Eddy Wirabhumi menjelaskan penemuan granat kuno dan benda peninggalan lama saat revitalisasi Karaton Surakarta Selasa 20102026
KPH Eddy Wirabhumi menjelaskan penemuan granat kuno dan benda peninggalan lama saat revitalisasi Karaton Surakarta Selasa 20102026 (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

RIWARA.ID, SURAKARTA – Sebuah granat kuno yang menurut keterangan KPH Eddy Wirabhumi masih aktif ditemukan saat kegiatan pembersihan dan revitalisasi kawasan Panti Pidana di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat, Selasa (20/10/2026), sekitar pukul 15.00 WIB.

Penemuan tersebut bermula ketika petugas revitalisasi menemukan benda yang diduga menyerupai granat. Petugas kemudian melaporkan temuan itu kepada KPH Eddy Wirabhumi, salah satu anggota tim hukum Karaton Surakarta Hadiningrat di lingkungan Keraton Surakarta.

Laporan selanjutnya diteruskan kepada Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang sedang bertugas di area Karaton Surakarta. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Kapolsek dan Kapolres untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

KPH Eddy menjelaskan, benda tersebut ditemukan di kawasan yang sedang dibersihkan. Karena berpotensi membahayakan, pihak keraton berkoordinasi dengan aparat agar pemeriksaan dan pengamanan dilakukan oleh petugas berwenang.

“Sekitar jam 15.00 ditemukan granat kuno di lingkungan Panti Pidana yang sedang kita bersihkan. Kemudian kita laporkan ke kepolisian dan dilakukan penanganan sebagaimana mestinya terhadap barang berbahaya tersebut,” ujar KPH Eddy Wirabhumi.

Ba ca juga: Kemkomdigi Targetkan Pengembangan Teknologi 6G Pada 2030, Sudah Siapkah Indonesia?

Satu Granat Disebut Masih Aktif

Menurut KPH Eddy, dari benda-benda lama yang ditemukan di kawasan tersebut, terdapat satu granat yang disebutnya masih aktif. Sementara itu, benda lainnya meliputi masker gas atau masker perang serta cairan dalam wadah kaca yang dahulu digunakan untuk pemadaman api.

Temuan tersebut menambah perhatian terhadap proses pembersihan kawasan bersejarah, mengingat benda-benda yang tersimpan di bangunan lama belum seluruhnya teridentifikasi secara terperinci.

KPH Eddy mengatakan, kawasan tersebut secara historis pernah digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan prajurit keraton. Sejumlah benda yang masih ditemukan di lokasi diduga berkaitan dengan kebutuhan perlindungan dan perlengkapan pada masa peperangan.

Meski demikian, identifikasi mengenai jenis, fungsi, kondisi, dan tingkat keamanan setiap benda masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas temuan itu, KPH Eddy meminta dukungan kepolisian agar tim penjinak bahan peledak (Jihandak) turut memeriksa benda-benda lain yang masih tersimpan di kawasan Panti Pidana.

“Saya sudah meminta Pak Kapolres agar dibantu Jihandak untuk menetralisasi barang-barang di situ, karena masih ada yang berbahaya,” katanya.

Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengantisipasi risiko selama proses revitalisasi berlangsung. Benda yang diduga mengandung bahan peledak tidak boleh dipindahkan atau ditangani sembarangan dan harus diserahkan kepada personel yang memiliki kewenangan serta keahlian khusus.

Panti Pidana, Bagian dari Sejarah Karaton Surakarta

Selain menjadi lokasi penyimpanan perlengkapan lama, Panti Pidana memiliki jejak sejarah dalam tata hukum internal Karaton Surakarta Hadiningrat.

KPH Eddy menerangkan, pada masa lalu kawasan tersebut digunakan sebagai tempat penahanan anggota keluarga keraton yang melakukan pelanggaran setelah melalui proses pemeriksaan dan pengadilan. Dalam rangkaian tersebut, Sidikoro disebut sebagai tempat yang dahulu digunakan untuk kepentingan penyidikan.

Seiring perjalanan waktu, fungsi kawasan mengalami perubahan. Lokasi yang memiliki riwayat dalam tata hukum keraton itu juga pernah dimanfaatkan untuk menyimpan perlengkapan prajurit.

Kondisi tersebut menjadikan kegiatan pembersihan dan penataan kawasan bukan sekadar pekerjaan fisik, melainkan juga kesempatan untuk menelusuri kembali jejak sejarah yang tersimpan di dalamnya.

Benda-benda lama yang ditemukan perlu didata dan diteliti agar keterkaitannya dengan sejarah keraton dapat dijelaskan secara akurat.

Hasil Identifikasi Diharapkan Menambah Koleksi Literasi Museum

Penemuan granat kuno dan perlengkapan lainnya terjadi di tengah kegiatan pembersihan yang berkaitan dengan penataan kawasan keraton serta rencana pengembangan museum.

KPH Eddy menyampaikan bahwa benda-benda tersebut perlu melalui proses pemeriksaan dan identifikasi untuk mengetahui jenis, fungsi, serta nilai sejarahnya.

Setelah aspek keselamatannya dipastikan oleh petugas berwenang, hasil identifikasi dapat menjadi bagian dari inventarisasi dan dokumentasi sejarah Karaton Surakarta Hadiningrat.

“Setelahnya tentu bisa dil akukan verifikasi, ini alat apa, untuk apa, dan seterusnya. Nantinya bisa menjadi literasi di museum yang baru,” jelasnya.

Pendataan itu diharapkan memberikan informasi yang lebih lengkap kepada pengelola museum dan masyarakat mengenai perlengkapan yang pernah digunakan atau disimpan di lingkungan keraton.

Namun, benda-benda yang ditemukan tidak otomatis dapat dipamerkan. Status keamanan, kondisi fisik, hasil identifikasi teknis, nilai sejarah, dan ketentuan yang berlaku harus dipertimbangkan sebelum benda ditetapkan sebagai koleksi museum.

Khusus granat yang disebut masih aktif, keselamatan menjadi prioritas utama dan penanganannya harus mengikuti arahan aparat berwenang.

Pengamanan Dilakukan Sambil Melanjutkan Pelestarian

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa revitalisasi bangunan bersejarah memerlukan kehati-hatian, terutama ketika lokasi yang dibersihkan pernah digunakan untuk menyimpan perlengkapan prajurit atau benda dari masa peperangan.

Koordinasi antara pihak keraton, petugas revitalisasi, Babinsa, dan kepolisian menjadi bagian penting dalam memastikan proses penataan berlangsung aman.

Di sisi lain, penemuan benda-benda lama membuka peluang untuk memperkaya dokumentasi sejarah keraton. Melalui pemeriksaan, identifikasi, dan inventarisasi yang sistematis, benda-benda tersebut dapat ditelusuri nilai historisnya tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

Hingga berita ini disusun, hasil pemeriksaan teknis terhadap granat maupun benda-benda lain yang ditemukan belum diperoleh. Status keamanan dan tindak lanjut penanganannya tetap menunggu informasi resmi dari pihak berwenang.*

Granat kuno yang disebut masih aktif ditemukan saat revitalisasi Karaton Surakarta. Laporan diteruskan ke Babinsa dan kepolisian.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories