Kemkomdigi Targetkan Pengembangan Teknologi 6G Pada 2030, Sudah Siapkah Indonesia?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:28 WIB
Ilustrasi - Kemkomdigi Targetkan Pengembangan Teknologi 6G Pada 2030
Ilustrasi - Kemkomdigi Targetkan Pengembangan Teknologi 6G Pada 2030 (Foto: magnific.com)

RIWARA.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mulai mempersiapkan infrasktruktur digital untuk menyongsong era teknologi 6G. Upaya itu dilakukan melalui penataan spektrum frekuensi dan penguatan jaringan telekomunikasi di Indonesia.

Kemkomdigi juga menargetkan konektivitas yang semakin merata sekaligus mendukung perkembangan teknologi masa depan, termasuk kecerdasan artifisial (AI).

Pada 2029, pemerintah menargetkan 90% kecamatan terhubung serat optic, 98% permukiman terjangkau jaringan 4G, dan 50% rumah tangga memiliki akses internet tetap. Berbagai pembenahan regulasi dan kerja sama industri juga disiapkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur digital secara nasional.

Saat ini, Kemkomdigi tengah mengkaji pemanfaatan pita frekuensi 3,5 GHz dan pita 6 GHz bagian atas (upper 6 GHz), dengan persiapan pengembangan teknologi 6G pada 2030 – 2031.

Dilansir Riwara.id dari akun Instagram @indonesiago.id, Selasa 20 Oktober 2026, berikut ini sejumlah rencana pembenahan untuk mempersiapkan teknologi 6G pada 2030 – 2031, yaitu:

- Penyeragaman perizinan dan retribusi.

- Penataan biaya regulasi.

- Perencanaan spektrum frekuensi.

- Pembaruan kerangka hukum telekomunikasi.

- Pengembangan model bisnis wilayah 3T.

- Penguatan keterbukaan dan kerja sama industri.

Keunggulan Teknologi 6G

Teknologi 6G merupakan generasi penerus jaringan 5G yang saat ini masih dalam tahap pengembangan di berbagai negara. Teknologi 6G ini diproyeksikan mampu menghadirkan komunikasi yang lebih cepat serta konektivitas yang lebih cerdas, melalui integrasi dengan teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, serta komunikasi satelit.

Namun, hingga saat ini standar internasional teknologi 6G masih terus dikembangkan. Untuk itu, implementasinya diperkirakan masih memerlukan waktu beberapa tahun ke depan. Bagi Indonesia, hal yang perlu dijadikan prioritas adalah menjadi negara yang siap menerima teknologi 6G ketika mulai diterapkan secara global.

Persiapan menuju generasi komunikasi masa depan tentunya tidak lepas dari berbagai tantangan, di antaranya:

1. Pembangunan infrastruktur digital yang harus diperkuat agar konektivitas dapat dinikmati secara merata di seluruh wilayah Indonesia.

2. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, karena teknologi yang semakin kompleks membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengelola jaringan, keamanan informasi, hingga sistem komunikasi modern.

3. Perkembangan teknologi juga menuntut aturan yang lebih adaptif agar inovasi dapat berkembang tanpa mengabaikan keamanan, efisiensi, dan kepentingan publik.

4. Pengawasan dan monitoring menjadi hal yang penting dalam menjaga kualitas layanan komunikasi secara nasional.

Kemkomdigi mulai mempersiapkan infrasktruktur digital untuk menyambut era teknologi 6G pada 2030.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories