Mortir Mirip Granat Manggis Ditemukan di Karaton Surakarta, Brimob Sterilisasi 13 Lokasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:11 WIB
Petugas melakukan penanganan benda yang diduga mortir di kawasan Panti Pidana Karaton Surakarta Hadiningrat Selasa 20 oktober 2026
Petugas melakukan penanganan benda yang diduga mortir di kawasan Panti Pidana Karaton Surakarta Hadiningrat Selasa 20 oktober 2026 (Foto: Inung R Sulistyo, Riwara.id)

 

RIWARA.ID, SURAKARTA – Benda yang diduga mortir berbentuk mirip granat manggis ditemukan saat pembersihan kawasan Panti Pidana, di belakang Bangsal Marcukudo, kompleks Karaton Surakarta Hadiningrat, Selasa (20/10/2026) sore. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada kepolisian dan ditindaklanjuti dengan pengerahan tim penjinak bahan peledak dari Brimob Polda Jawa Tengah.

Kapolresta Surakarta AKBP Condro Sasongko mengatakan, benda tersebut ditemukan oleh abdi dalem bersama petugas revitalisasi yang sedang melakukan kegiatan bersih-bersih di kawasan yang masuk zona revitalisasi Kementerian Kebudayaan RI.

“Awalnya abdi dalem dan petugas revitalisasi sedang melakukan bersih-bersih, kemudian menemukan benda tersebut,” ujar Condro di lokasi, Selasa (20/10/2026).

Laporan penemuan diterima Polresta Surakarta sekitar pukul 15.00 WIB. Abdi dalem dan petugas revitalisasi melaporkan temuan tersebut melalui layanan darurat kepolisian 110 dan Polsek Pasar Kliwon.

Kapolresta Surakarta kemudian mendatangi lokasi dan memeriksa kondisi benda tersebut sekitar pukul 15.07 WIB.

Benda Tertimbun Tanah dan Berkarat

Menurut Condro, benda yang diduga mortir itu ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah dan berkarat sehingga membutuhkan penanganan khusus.

Personel Polresta Surakarta selanjutnya meminta bantuan tim penjinak bom atau Jibom dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah untuk melakukan penyisiran dan evakuasi.

“Saat ditemukan, granat tersebut dalam kondisi tertimbun tanah dan berkarat, sehingga memerlukan penanganan khusus dari tim Jibom Brimob Polda Jawa Tengah,” terangnya.

Bentuk benda tersebut disebut menyerupai granat manggis. Namun, identifikasi teknis mengenai jenis dan kondisi benda tetap menjadi kewenangan petugas berkompeten.

Penemuan ini menjadi perhatian karena terjadi di tengah pekerjaan revitalisasi kawasan bersejarah yang selama bertahun-tahun menyimpan berbagai benda peninggalan masa lalu.

LDA Ungkap Temuan Perlengkapan Perang Lama

Sebelumnya, KPH Eddy Wirabhumi, salah satu anggota tim hukum Karaton Surakarta Hadiningrat di lingkungan Lembaga Dewan Adat (LDA), menjelaskan bahwa selain benda yang diduga granat, ditemukan pula sejumlah perlengkapan lama di kawasan Panti Pidana.

Benda-benda tersebut antara lain masker gas atau masker perang serta cairan dalam wadah kaca yang menurut keterangannya digunakan untuk pemadaman api. KPH Eddy juga menyebut terdapat satu granat yang menurut keterangannya masih aktif.

Temuan tersebut belum seluruhnya teridentifikasi secara terperinci. Karena itu, pemeriksaan terhadap benda-benda yang masih tersimpan di kawasan tersebut diperlukan untuk memastikan jenis, fungsi, dan tingkat keamanannya.

KPH Eddy sebelumnya menyampaikan permintaan kepada pihak kepolisian agar tim Jihandak membantu memeriksa dan menangani benda-benda yang berpotensi membahayakan.

“Saya sudah meminta Pak Kapolres agar dibantu Jihandak untuk menetralisasi barang-barang di situ, karena masih ada yang berbahaya,” kata Eddy.

Keterangan mengenai status aktif granat tersebut merupakan penjelasan KPH Eddy. Sementara itu, pihak kepolisian menyebut benda yang ditemukan sebagai benda yang diduga mortir dan memerlukan penanganan khusus.

Sebanyak 13 Lokasi di Kompleks Keraton Diperiksa

Untuk mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya lainnya, kepolisian melakukan penyisiran dan sterilisasi di 13 lokasi di kompleks Karaton Surakarta Hadiningrat.

Lokasi yang diperiksa antara lain kawasan Keraton Kilen, Keputren, hingga Ndalem Ageng.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan area yang menjadi bagian dari proses revitalisasi aman dari benda-benda mencurigakan yang berpotensi membahayakan petugas maupun orang lain.

Kapolresta Surakarta juga mengingatkan para abdi dalem agar tidak memindahkan benda mencurigakan apabila menemukannya selama kegiatan pembersihan berlangsung.

Masyarakat maupun petugas yang menemukan benda serupa diminta segera melapor melalui layanan kepolisian 110 atau Polsek Pasar Kliwon.

“Untuk kenyamanan bersama, kita juga meningkatkan pengamanan di kompleks Keraton Surakarta selama proses revitalisasi berlangsung, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Condro.

Panti Pidana Menyimpan Jejak Sejarah Keraton

Di balik penemuan benda yang diduga mortir tersebut, kawasan Panti Pidana memiliki riwayat sejarah dalam tata kehidupan internal Karaton Surakarta Hadiningrat.

KPH Eddy menjelaskan, pada masa lalu Panti Pidana digunakan sebagai tempat penahanan anggota keluarga keraton yang melakukan pelanggaran setelah melalui proses pemeriksaan dan pengadilan. Sementara itu, Sidikoro disebut sebagai tempat yang dahulu digunakan untuk kepentingan penyidikan di lingkungan keraton.

Kawasan tersebut juga pernah digunakan untuk menyimpan berbagai perlengkapan prajurit. Menurut Eddy, sebagian besar perlengkapan perang milik keraton pada masa lalu telah diserahkan untuk mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Pihak kepolisian juga menyampaikan dugaan bahwa benda yang ditemukan merupakan peninggalan masa perang kemerdekaan Indonesia. Keraton Surakarta disebut menjadi salah satu tempat perlawanan sekaligus perlindungan bagi para pejuang pada masa tersebut.

Meski demikian, asal-usul benda yang ditemukan masih memerlukan identifikasi lebih lanjut agar keterkaitannya dengan peristiwa sejarah dapat dipastikan.

Revitalisasi Berjalan dengan Prioritas Keselamatan

Penemuan benda yang diduga mortir tersebut memperlihatkan pentingnya pemeriksaan keamanan dalam kegiatan revitalisasi bangunan bersejarah. Pembersihan kawasan lama berpotensi membuka akses terhadap benda-benda yang telah tertimbun atau tersimpan selama bertahun-tahun.

Di sisi lain, benda-benda tersebut dapat memiliki nilai dokumentasi sejarah yang penting bagi pengembangan museum dan literasi budaya Karaton Surakarta Hadiningrat.

Karena itu, proses inventarisasi perlu dilakukan setelah aspek keselamatan dipastikan oleh petugas berwenang. Benda yang diduga mengandung bahan peledak tidak dapat langsung diperlakukan sebagai koleksi museum sebelum melalui pemeriksaan teknis dan prosedur yang berlaku.

Kepolisian meningkatkan pengamanan selama revitalisasi berlangsung, sementara pemeriksaan terhadap lokasi-lokasi lain dilakukan untuk mengantisipasi risiko serupa.

Penanganan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran revitalisasi sekaligus menjaga keselamatan petugas dan kelestarian kawasan bersejarah Karaton Surakarta Hadiningrat.*

Mortir mirip granat manggis ditemukan saat revitalisasi Karaton Surakarta. Brimob menindaklanjuti temuan dan mensterilisasi 13 lokasi.

Foto Editor
Inung R Sulistyo -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman. Menulis untuk pembaca yang ingin memahami arah perubahan dunia serta dampaknya bagi Indonesia.

 Stories