Penyelundupan 16 Burung Kasturi Kepala Hitam di KM Gunung Dempo Digagalkan TNI AL

Senin, 19 Oktober 2026 | 12:54 WIB
Burung kasturi kepala hitam
Burung kasturi kepala hitam (Foto: Wikipedia)

RIWARA.id – Tim Gabungan Pengamanan Pelabuhan Pelni Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) XIV Sorong menggagalkan upaya penyelundupan 16 ekor burung Kasturi Kepala Hitam di atas KM Gunung Dempo yang bersandar di Pelabuhan Umum Pelindo Sorong, Papua Barat Daya. 

Satwa endemik yang dilindungi undang-undang tersebut ditemukan petugas saat pengawasan rutin pada Sabtu (17/10/2026).

Operasi pengungkapan ini melibatkan sinergi ketat antara Detasemen Intelijen (Denintel) dan Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Kodaeral XIV Sorong. Petugas menyisir area kapal bersama BKSDA Papua Barat Daya, Balai Karantina, KSOP, serta Polsek KP3 Laut Sorong.

Penggeledahan bermula dari pemeriksaan menyeluruh terhadap arus barang penumpang serta fasilitas vital di dalam kapal penumpang tersebut. Petugas yang curiga kemudian menyisir beberapa titik tersembunyi yang kerap dijadikan lokasi penimbunan barang ilegal.

Dalam penyisiran tersebut, petugas menemukan 12 ekor burung Kasturi Kepala Hitam yang disembunyikan secara licik di dalam saluran pipa pendingin ruangan (AC) di Deck 5. Belasan burung tersebut dimasukkan ke celah sempit tanpa diketahui siapa pemilik barang selundupan tersebut.

Tak berhenti di situ, pemeriksaan berlanjut ke area tempat tidur penumpang. Petugas kembali menemukan empat ekor burung serupa yang dikemas di dalam kardus oleh seorang penumpang berinisial EK.

Berdasarkan pemeriksaan di tempat, EK diketahui naik dari Pelabuhan Wasior dan berencana membawa belasan satwa eksotis tersebut menuju Jakarta. Petugas langsung menginterogasi pelaku terkait kelengkapan dokumen resmi pengangkutan satwa liar.

Petugas gabungan kemudian memberikan pemahaman dan edukasi hukum secara tegas mengenai aturan perlindungan satwa endemik Papua yang terancam punah. Usai mendengarkan penjelasan petugas, EK akhirnya bersedia menyerahkan empat ekor burung tersebut secara sukarela.

Usai disita dari atas kapal, seluruh 16 ekor burung Kasturi Kepala Hitam langsung dievakuasi dari KM Gunung Dempo. Petugas membawa satwa langka tersebut ke darat untuk mendapatkan perawatan awal.

Seluruh barang bukti satwa lindung tersebut selanjutnya diserahterimakan kepada pihak Bidang KSDA Wilayah I Sorong. Pihak BKSDA bakal melakukan pemeriksaan medis serta karantina sebelum mengembalikan burung-burung tersebut ke habitat aslinya.

Penyitaan ini menambah daftar panjang modus penyelundupan satwa liar Papua yang memanfaatkan jalur transportasi laut antar-pulau. Petugas Pelabuhan Sorong menegaskan bakal memperketat pemeriksaan pada setiap jadwal kedatangan dan keberangkatan kapal penumpang.

Komandan Kodaeral XIV Laksamana Muda TNI Djatmoko menegaskan bahwa keberhasilan operasi gabungan ini menunjukkan komitmen kuat TNI AL dalam menjaga keamanan laut sekaligus kelestarian alam Papua. Pengawasan di pintu keluar-masuk pelabuhan akan terus ditingkatkan tanpa kompromi.

"Keberhasilan ini merupakan komitmen Kodaeral XIV Sorong bersama instansi terkait dalam memperketat pengawasan jalur laut, mencegah penyelundupan satwa dilindungi, serta menjaga kelestarian kekayaan hayati Papua," tegas Djatmoko. (*)

 

TNI AL dan tim gabungan gagalkan penyelundupan 16 burung Kasturi Kepala Hitam di KM Gunung Dempo Pelabuhan Sorong. Satwa disembunyikan di pipa AC.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories