Puncak Hujan Meteor Orionid 21-22 Oktober 2026: Catat Waktu dan Cara Terbaik Mengamatinya

Minggu, 18 Oktober 2026 | 21:07 WIB
Hujan meteor Orionid muncul setiap tahun ketika Bumi melewati area ruang angkasa yang dipenuhi puing-puing dari Komet Halley
Hujan meteor Orionid muncul setiap tahun ketika Bumi melewati area ruang angkasa yang dipenuhi puing-puing dari Komet Halley (Foto: NASA/JPL)

JAKARTA, RIWARA.ID – Fenomena astronomi tahunan yang dinanti-nanti, hujan meteor Orionid, diperkirakan akan mencapai puncaknya pada malam 21 hingga 22 Oktober 2026. Peristiwa ini terjadi ketika planet Bumi melintasi bagian terpadat dari jejak debu yang ditinggalkan oleh komet paling terkenal di dunia, Komet Halley.

Dalam kondisi langit yang cerah dan bebas dari polusi cahaya, para pengamat langit berpeluang menyaksikan sekitar 10 hingga 20 meteor per jam. Meteor Orionid dikenal dengan kilatan cahayanya yang meluncur cepat di atas langit malam.

Waktu Terbaik dan Tantangan Cahaya Bulan

Mengutip dari Space.com, waktu paling ideal untuk mengamati puncak hujan meteor Orionid adalah mulai setelah tengah malam hingga menjelang fajar pada 22 Oktober 2026.

Meski demikian, pengamatan tahun ini memiliki sedikit tantangan. Bulan berada pada fase cembung membesar (waxing gibbous) dengan tingkat pencahayaan mencapai sekitar 74 persen. Silau cahaya Bulan berpotensi menyamarkan kilatan meteor yang redup.

Peluang pengamatan yang paling optimal diperkirakan akan membaik setelah Bulan terbenam beberapa jam setelah tengah malam.

Asal-usul Meteor Orionid dan Komet Halley

Secara visual, meteor Orionid tampak meluncur dari area rasi bintang Orion, tepatnya di dekat bintang maharaksasa merah Betelgeuse.

Peristiwa tahunan ini dipicu oleh puing-puing partikel Komet Halley yang terakhir kali melintasi bagian dalam Tata Surya pada tahun 1986. Ketika Bumi melewati aliran puing tersebut, partikel-partikel kecil komet memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan fantastis mencapai 237.000 kilometer per jam.

Gesekan ekstrem dengan lapisan atmosfer membuat partikel tersebut memanas, terbakar, dan menguap hingga menghasilkan kilatan garis cahaya (shooting star) yang indah di langit malam.

Tips Mengamati Hujan Meteor Orionid

Guna mendapatkan pengalaman pengamatan yang maksimal tanpa perlu bantuan teleskop, Anda dapat menerapkan beberapa tips berikut:

Cari Lokasi Minim Polusi Cahaya: Pilih area lapang yang jauh dari pemukiman padat atau lampu perkotaan.

  • Arahkan Pandangan Secara Luas: Jangan hanya fokus pada bintang Betelgeuse; arahkan pandangan mata Anda sekitar 40 hingga 90 derajat dari titik kemunculan (radiant point) agar area pandang lebih luas.
  • Biarkan Mata Beradaptasi: Biarkan mata Anda terbiasa dengan kegelapan malam selama 20 hingga 30 menit tanpa melihat layar ponsel pintar. ***

Puncak hujan meteor Orionid terjadi pada 21–22 Oktober 2026. Simak waktu pengamatan terbaik, lokasi, dan tips menyaksikan debu Komet Halley ini

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories