RIWARA.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat rentetan bencana hidrometeorologi basah mendominasi wilayah Indonesia dalam 24 jam terakhir sejak Kamis (30/4) hingga Jumat (1/5).
Bencana berupa banjir, cuaca ekstrem, dan angin kencang dilaporkan melanda sejumlah titik di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Kalimantan Tengah yang berdampak pada ribuan warga.
Di Jawa Tengah, banjir besar melanda Kota Semarang setelah hujan dengan intensitas tinggi memicu luapan Sungai Pengkol dan jebolnya tanggul di DAS Plumbon.
Berdasarkan asessmen tim di lapangan, tercatat 1.165 jiwa dari 426 kepala keluarga terdampak di tiga kecamatan, yakni Tugu, Tembalang, dan Ngaliyan. Meski sempat ada 102 warga yang mengungsi di masjid dan balai rukun warga kawasan Meteseh, kondisi saat ini mulai kondusif seiring air yang berangsur surut.
Situasi serupa terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Banjir merendam Desa Puspanegara di Kecamatan Citeurep yang berdampak pada 168 jiwa.
Sementara itu di Boyolali, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir dan angin kencang melanda wilayah Mojosongo dan Pulisen, menyebabkan 123 jiwa terdampak. BPBD setempat masih terus melakukan penanganan di lokasi kejadian mengingat sebagian warga masih berada di pengungsian.
Tak hanya di Pulau Jawa, Kabupaten Kotawaringin Timur di Kalimantan Tengah juga melaporkan banjir yang merendam 51 rumah dan berbagai fasilitas publik, termasuk gedung sekolah dan kantor.
Di sisi lain, angin kencang menyapu Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang mengakibatkan 19 rumah rusak pada bagian atap serta dua warga mengalami luka ringan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, memperingatkan bahwa potensi hujan lebat masih akan terjadi di beberapa wilayah seperti Aceh, Jawa Barat, dan Papua Tengah akibat adanya sirkulasi siklonik.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk rutin membersihkan saluran air dan segera melakukan evakuasi mandiri jika melihat tanda-tanda debit air naik secara signifikan. (+)
BNPB melaporkan banjir dan cuaca ekstrem landa Semarang, Bogor, hingga Kalimantan. Ribuan jiwa terdampak, waspada potensi hujan lebat susulan.