RIWARA.id – Keraton Surakarta dengan dukungan penuh Kementerian Kebudayaan, merevitalisasi sejumlah bangunan di kompleks keraton, di antaranya museum.
“Dari sekian objek yang direvitalisasi, museum juga termasuk di dalamnya. Kami saat ini telah memindahkan benda-benda koleksi museum ke tempat aman untuk sementara,” tutur KP Eddy Wirabhumi dari Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta, Senin (12/10/2026).
Eddy Wirabhumi memaparkan, koleksi museum seluruhnya adalah benda berharga dan bernilai sejarah. Karena itu, proses pemindahakn menggunakan prosedur ketat yang melibatkan sejumlah pihak, di antaranya dari Balai Pelestarian Kebudayaan.
“Semua proses didokumentasikan dan dicatat. Yang kecil-kecil kita pindahkan ke Sasana Handrawina. Yang besar-besar seperti kereta, kita pindahkan ke Bangsal Magangan. Sampai nanti proses revitalisasi selesai,” ujarnya.
Khusus untuk kereta, pihak Keraton juga melibatkan pihak yang selama ini terbiasa menangani kereta kuda, dan prosesnya telah selesai dilakukan hari ini.
Proses revitalisasi Keraton, dijadwalkan akan berlangsung hingga akhir Januari 2027.
Eddy Wirabhumi pun menjelaskan, selama proses revitalisasi berlangsung, wisatawan tetap bisa berkunjung ke Keraton.
“Kasihan kalau sampai ditutup total. Selama proses revitalisasi, pengunjung bisa menikmati berkunjung ke koleksi kereta di sebelah pintu Kamandungan. Selain itu, juga bisa masuk ke pelataran Keraton melalui pintu depan,” ujarnya.
Kompleks Keraton Surakarta total seluas lebih kurang 40 hektare, fisik bangunan yang ada saat ini sebagian besar dibangun pada era SISKS Paku Buwono X (1893-1939). Sejak saat ini, proses perbaikan bangunan yang tergolong besar hanya dilakukan saat bangunan utama Keraton terbakar pada tahun 1985.
Sejumlah kerusakan menggerogoti bangunan Keraton, bahkan banyak bagian yang sudah tidak bisa digunakan karena kerusakannya terlalu parah.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon, menginisiasi revitalisasi Keraton, dimulai dari perbaikan Panggung Sanggabuwana yang telah selesai dilakukan. Saat ini, prose revitalisasi menyentuh kompleks Museum, Keputren, termasuk di antaranya menyiapkan kediaman resmi untuk SISKS Paku Buwono XIV di kompleks Keputren. (*)
Revitalisasi Keraton Surakarta menyentuh kompleks Museum, benda koleksi dipindahkan sementara ke Sasana Handrawina.