RIWARA.id – PT Dirgantara Indonesia (Persero) terus memacu kapasitas produksi pesawat penumpang komersial berkapasitas 19 orang, N219, untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Langkah percepatan pabrikasi ini dirancang guna melayani rute penerbangan perintis di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
VP Business Development & Marketing PTDI Heber M. F. Panjaitan menegaskan bahwa N219 dirancang untuk fungsi ganda (dual-use), yakni memenuhi kebutuhan sipil komersial sekaligus operasional militer.
Keandalan burung besi ini dinilai mampu menghubungkan kawasan pelosok yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun transportasi laut, seperti dilansir laman PTDI, Senin (5/10/2026).
PTDI mencatat potensi ceruk pasar untuk varian komersial N219 mencapai lebih dari 150 unit demi memperkuat konektivitas rute perintis.
Selain sektor komersial, kementerian dan lembaga negara mendapat alokasi penugasan presiden sebanyak 30 unit dari Kementerian Pertahanan.
Penggabungan dua segmen tersebut membuat potensi serapan pasar pesawat N219 menembus angka 180 unit secara keseluruhan.
Guna merespons besarnya permintaan tersebut, PTDI secara bertahap menaikkan kapasitas manufaktur unit N219 setiap tahunnya.
Sepanjang 2026, produsen pesawat asal Bandung ini berhasil mengamankan kesepakatan kontrak untuk 13 unit N219 dari berbagai pihak.
Rincian pemesanan tersebut mencakup empat unit untuk armada komersial, enam unit pesanan TNI Angkatan Darat, serta tiga unit oleh PT BIBU Agro Maritim.
Di luar pemesanan tersebut, tiga unit N219 lainnya telah memasuki tahap Perjanjian Pengadaan Barang dan Jasa (PPBJ) bersama Kementerian Pertahanan.
Secara teknis, pemesan dari jalur komersial dipegang oleh Mitra Aviasi Perkasa sebanyak empat unit dan anak perusahaan PT BIBU Panji Sakti sebanyak tiga unit.
Mengenai nilai jual, PTDI menetapkan patokan harga N219 pada kisaran 9 juta hingga 10 juta dolar AS per unit untuk konfigurasi standar.
Harga dasar tersebut belum mencakup biaya tambahan jika pemesan mengajukan modifikasi khusus sesuai kebutuhan operasional.
Secara keseluruhan, PTDI menargetkan total kapasitas produksi seluruh jenis pesawat dan helikopter mencapai 28 unit pada 2026.
Target produksi tahunan tersebut terdiri atas enam unit NC212i, empat unit CN235, dua unit N219, serta 16 unit helikopter.
Ke depan, kapasitas produksi N219 bakal ditingkatkan dari enam unit menjadi 12 unit per tahun untuk membidik pasar ekspor Asia-Pasifik, Afrika, hingga Amerika Latin.
Langkah ekspansi bisnis ini turut dipamerkan PTDI dalam ajang TNI Fair di Kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat, pertengahan September 2026.
PTDI genjot produksi pesawat N219 hingga targetkan pasar 180 unit. Cek spesifikasi, harga, dan kontrak terbarunya di sini!