Heboh Buku 'Memburu Muhammad', Polda Metro Jaya Turun Tangan Dalami Dugaan Penistaan Agama

Kamis, 24 September 2026 | 22:32 WIB
Buku Memburu Muhammad yang menjadi polemik
Buku Memburu Muhammad yang menjadi polemik

JAKARTA, RIWARA.ID – Polda Metro Jaya resmi melakukan pendalaman terkait dugaan penistaan agama yang melibatkan buku berjudul "Memburu Muhammad". Langkah ini diambil menyusul maraknya penolakan di media sosial serta pembatalan acara bedah buku di Bogor, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan bahwa pihaknya akan menerjunkan tim untuk menelusuri polemik tersebut, baik melalui ranah digital maupun pidana umum.

"Ini pasti akan didalami, baik dari Direktorat Siber apabila itu memang berada di dunia digital, dan pasti juga akan ditangani pihak Ditreskrimum," tegas Budi Hermanto di Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

Langkah Antisipasi Isu SARA

Langkah kepolisian ini diambil sebagai bentuk respons cepat untuk mencegah disinformasi yang berpotensi memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Polisi menaruh perhatian ekstra mengingat isu ini berkaitan erat dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) yang sangat sensitif.

"Kita melihat bagaimana adanya informasi-informasi yang menyesatkan masyarakat, apalagi terkait tentang suku, agama, dan ras. Ini menjadi perhatian kita bersama," lanjut Budi.

Kronologi Pembatalan Acara Bedah Buku di Bogor

Polemik buku karya penulis Feby Indriani ini bermula dari rencana acara diskusi dan bedah buku di salah satu perpustakaan di Bogor, Jawa Barat. Acara tersebut terpaksa dibatalkan setelah mendapat penolakan keras dari sekelompok organisasi masyarakat (ormas).

Melalui akun media sosial Threads pribadinya, Feby Indriani menglarifikasi bahwa pihak ormas mempermasalahkan judul buku serta subjudul acara yang dirancang oleh panitia penyelenggara. Ia bahkan menyebut ada ancaman pengerahan massa hingga 200 orang jika acara tetap dilangsungkan.

"Pihak perpustakaan sebagai penyedia venue tentu cemas fasilitas mereka dirusak. Pihak panitia mencemaskan keamanan dan lancarnya keberlangsungan acara keseluruhan," tulis Feby dalam unggahannya.

Gelombang Penolakan Warganet terhadap Seri "Islamisme Magis"

Tak hanya di dunia nyata, gelombang penolakan juga ramai disuarakan netizen di media sosial. Salah satu sorotan datang dari akun Instagram @iyuztagram yang mengulas karya-karya Feby Indriani.

Selain buku "Memburu Muhammad", warganet juga menyoroti karya sebelumnya yang berjudul "Bukan Perawan Maria". Kedua buku tersebut dinamai sebagai bagian dari serial trilogi "Islamisme Magis".

Masyarakat dan pengguna media sosial mendesak pihak berwenang untuk menghentikan peredaran buku-buku tersebut karena dinilai berpotensi menistakan agama Islam, sekaligus mencegah penerbitan buku ketiga dari serial trilogi tersebut. ***

Polda Metro Jaya mendalami dugaan penistaan agama terkait buku "Memburu Muhammad" karya Feby Indriani usai memicu penolakan dan pembatalan diskusi di Bogor.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories