RIWARA.id – Tim penyelam gabungan yang terdiri dari Basarnas Special Group, Kopaska TNI AL, dan Jasalindo menyeberangi gelapnya kedalaman Laut Jawa untuk mengevakuasi 14 jenazah korban tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 pada Kamis (24/9/2026).
Belasan korban tersebut ditemukan terjebak di dalam bangkai kapal setelah tim melakukan operasi penyelaman berisiko tinggi pada hari ke-12 pencarian. Mereka diduga kuat tak sempat menyelamatkan diri saat bagian lambung kapal mulai miring drastis hingga akhirnya terbalik dan tenggelam ke dasar laut.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menuturkan bahwa 14 jenazah yang berhasil diangkat dari dalam kamar dan lorong kapal tersebut langsung dipindahkan ke Kapal Negara (KN) SAR Pacitan untuk penanganan awal.
Proses evakuasi dari laut menuju daratan melibatkan armada udara secara masif. Jenazah diterbangkan menuju Kota Banjarmasin menggunakan Helikopter Basarnas HR-3604 serta Helikopter Panther milik TNI AL demi mempercepat identifikasi.
Setibanya di pangkalan udara Lanud Sjamsudin Noor Banjarmasin, seluruh jenazah langsung dilarikan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Banjarmasin. Di sana, tim DVI Biddokkes Polda Kalsel telah bersiap melakukan pencocokan data antemortem dan postmortem.
Penemuan ini menambah panjang deretan korban tewas dari musibah pelayaran nasional tersebut. Hingga Kamis sore, tim SAR gabungan mencatat total 150 penumpang telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan 42 orang dinyatakan meninggal dunia.
Insiden maut ini bermula pada Minggu (13/9/2026) dini hari, ketika KM Virgo Transport 8 yang mengangkut 243 penumpang berlayar membelah Perairan Kalimantan Selatan dalam rute perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Latar belakang tragedi berdarah ini dipicu oleh cuaca buruk di perairan terbuka yang menghantam kapal dengan gelombang tinggi. Hantaman ombak besar yang beruntun diduga kuat membuat muatan kendaraan di dalam geladak bergeser hingga memicu kebocoran dan hilang keseimbangan.
Kondisi kapal yang miring secara mendadak dalam kegelapan malam membuat panik seluruh isi kapal. Banyak penumpang yang sedang tertidur lelap tak mampu menjangkau sekoci atau pelampung sebelum kapal ro-ro tersebut terbalik total dan tersedot ke dasar air.
Kendati medan di dalam bangkai kapal sangat berisiko akibat reruntuhan barang dan jarak pandang yang terbatas, Syafii menegaskan bahwa operasi pencarian tidak akan dikendorkan. Tim penyelam bakal terus merangsek masuk ke bilik-bilik kapal yang belum terjangkau.
Fokus pencarian di sisa waktu operasi ini difokuskan pada area interior kapal tempat para penumpang diperkirakan masih terperangkap. Pihak otoritas terus berkoordinasi dengan keluarga korban untuk memperbarui informasi manifes penumpang.
Sementara itu, tim DVI Polda Kalsel mengonfirmasi telah mengidentifikasi seluruh 14 jenazah baru tersebut di RS Bhayangkara. Proses penyerahan jenazah kepada pihak keluarga korban akan segera dilakukan setelah penandatanganan berita acara identifikasi selesai. (***)
Tim SAR gabungan evakuasi 14 jenazah KM Virgo Transport 8 dari dalam bangkai kapal di Laut Jawa. Total korban tewas mencapai 42 orang.