AS Siapkan Senjata Luar Angkasa Hingga Bulan, Ancaman Perang Bintang Kian Nyata?

Jumat, 18 September 2026 | 13:29 WIB
Ilustrasi dibuat dengan bantuan Gemini AI
Ilustrasi dibuat dengan bantuan Gemini AI

RIWARA.id – Pasukan militer Amerika Serikat kini bersiap menghadapi potensi konflik bersenjata yang tidak hanya berlangsung di orbit bumi, melainkan meluas hingga ke kawasan Bulan.

Langkah agresif ini menandai babak baru dalam dinamika pertahanan global setelah pemerintah Amerika Serikat secara terbuka mengonfirmasi penempatan senjata kontrol luar angkasa di orbit bumi untuk pertama kalinya.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan oleh Ketua Kepala Staf Gabungan Militer Amerika Serikat, Jenderal Dan Caine, dalam ajang Air, Space and Cyber Conference yang berlangsung di luar Washington, sebagaimana dikutip dari military.com.

Jenderal Dan Caine menegaskan bahwa seluruh jajaran militer Amerika Serikat harus beradaptasi dengan cepat agar siap bertempur, bertahan, dan meraih kemenangan di seluruh domain, mulai dari dasar laut hingga ruang cislunar (wilayah antara orbit bumi dan Bulan).

Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat (US Space Force), dinas militer termuda yang dibentuk pada 2019, kini secara khusus merancang strategi dan kekuatan militer untuk mempertahankan kepentingan nasional di wilayah antariksa tersebut.

Komandan Command Forces Command dari Space Force, Letjen Gregor y Gagnon, menyatakan bahwa ekspansi militer ini merupakan respons langsung terhadap pergerakan sejumlah negara lawan yang berupaya membawa medan pertempuran ke luar angkasa.

Intelijen Amerika Serikat mendeteksi bahwa negara pesaing utama, seperti Republik Rakyat Tiongkok (RRT), secara aktif meningkatkan kapasitas operasional dan kemampuan penanganan krisis luar angkasa sejak membentuk pasukan antariksa khusus pada 2024.

Langkah provokatif Amerika Serikat ini memicu reaksi keras dari Tiongkok. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, mendesak Washington untuk segera menghentikan penumpukan kekuatan militer di antariksa.

Guo Jiakun menegaskan bahwa Tiongkok selalu mendukung pemanfaatan antariksa secara damai, menolak segala bentuk persenjataan kembali, serta menentang keras perlombaan senjata di luar angkasa.

Penempatan senjata ini dinilai bertentangan dengan semangat Outer Space Treaty 1967 yang telah ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Tiongkok, di mana perjanjian internasional tersebut mewajibkan penggunaan Bulan dan benda langit lainnya semata-mata untuk tujuan damai.

Kendati demikian, pihak Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat mengklaim akan tetap menjalankan operasi secara aman dan bertanggung jawab di seluruh penjuru antariksa demi menciptakan efek gentar (deterrence) terhadap para pesaingnya.

Gun a menopang ambisi militer tersebut, Angkatan Luar Angkasa Amerika Serikat menargetkan penggandaan jumlah personel hingga mencapai 25.000 prajurit dalam lima tahun ke depan, di mana dua pertiga dari penambahan kekuatan tersebut akan difokuskan pada komando tempur antariksa.



AS tempatkan senjata di orbit bumi dan siapkan pasukan tempur hingga Bulan. Tiongkok desak hentikan perlombaan senjata antariksa.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories