Ditutup Saat Covid, Penerbangan Internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang Kini Dibuka Kembali, Ini Rutenya

  • Ayu Abriyani
  • Jumat, 23 Januari 2026 | 22:04 WIB
  • Default Publisher Publish by: Ayu Abriyani
Pemprov Jateng Membuka Kembali Jalur Penerbangan Internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang
Pemprov Jateng Membuka Kembali Jalur Penerbangan Internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (Foto: jatengprov.go.id)

 

RIWARA.id - Pada akhir tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) membuka kembali jalur penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Rute tersebut sempat terhenti sejak pandemi Covid-19 hingga tahun 2024. Rute internasional yang dibuka kembali adalah Semarang - Malaysia pada September 2025, dan Semarang - Singapura pada Desember 2025.

Pembukaan kembali rute penerbangan internasional Semarang - Kuala Lumpur dan Semarang - Singapura ini, diharapkan bisa mempermudah mobilitas investor.

Baca juga: ASIK! BRT Trans Jateng Akan Buka Rute Baru Magelang - Temanggung, Ini Dia Jalur yang Bakal Dilewati

Terlebih lagi, Singapura tercatat sebagai salah satu negara investor terbesar yang menanam modal di Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, yang dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Jumat 23 Januari 2026.

 Menurutnya, penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani membawa keuntungan yang signifikan baik bagi sektor pariwisata maupun investasi.

Baca juga: Dibuka! Seleksi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026, Ini Dia 5 Program Studi yang Tersedia dan Jadwal Seleksinya

"Kami mengamati, ketika rute Semarang–Singapura dibuka dengan maskapai Scoot, banyak pelaku usaha dari Singapura yang datang ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, yang mayoritas investornya dari Singapura,” katanya.

Sakina juga menjelaskan jika penerbangan langsung tersebut bisa memangkas waktu tempuh ke wilayah ke Jawa Tengah, karena investor tidak harus transit di Jakarta.

Berdasarkan catatan DPMPTSP Jateng, investor asal Singapura kini telah menanamkan modal sebesar Rp11,43 triliun, atau 22,48 persen dari total penanaman modal asing (PMA).

Baca juga: Waspada Hoaks Rekrutmen CPNS Kemenag 2026 di TikTok, Ini Faktanya

Besarnya nilai tersebut menempatkan Singapura sebagai negara asal investor terbesar kedua di Jawa Tengah, setelah Hong Kong.

“Untuk penanaman modal di Jateng, investor Singapura lebih berminat ke kawasan industri. KEK Kendal merupakan konsorsium antara PT Jababeka Tbk dari Indonesia dan Sembcorp Development Ltd, yang berinvestasi untuk pembangunan infrastruktur kawasan,” paparnya.

Terkait hal itu, Pemprov Jateng juga melakukan pendekatan agar investor yang telah mapan di Jawa Tengah bisa memperluas jangkauan investasinya ke wilayah lain.

Baca juga: Gee ly Indonesia Mulai Produksi Lokal EX2, Targetkan TKDN 60 Persen pada 2026

Upaya tersebut tidak hanya menyasar investor dari Singapura, tetapi juga investor dari negara lainnya.

"Selain mendorong investasi ke kawasan industri, kami juga membangun relasi yang baik dengan investor asing, domestik, maupun lokal. Kami juga melakukan pendampingan, salah satunya saat sistem OSS RBA sempat bermasalah,” imbuh Sakina.

Pemprov Jateng kembali membuka jalur penerbangan internasional di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada akhir 2025. Jalur itu adalah Semarang-Malaysia dan Semarang-Singapura.

Foto Default
Author : Ayu Abriyani

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News