UMKM Masih Jadi Penopang Ekonomi Indonesia, Mampu Serap 60 Persen Tenaga Kerja Ditengah Sulitnya Lapangan Pekerjaan

  • Windy Anggraina
  • Jumat, 23 Januari 2026 | 13:51 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina
Ilustrasi UMKM
Ilustrasi UMKM (Foto: freepik)

 

Riwara.id – Secara tidak langsung sektor UMKM sampai saat ini masih menjadi menopang utama ekonomi Indonesia.

Hal ini dikemukakan oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR, Chusnunia Chalim yang menekankan pentingnya langkah nyata dalam penguatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif untuk mengurangi angka pengangguran.

Chusnunia, mengingatkan membangun kewirausahaan di Indonesia tidak bisa sekadar mengandalkan slogan, melainkan perlu intervensi nyata melalui pendidikan vokasi, inkubasi bisnis, akses pembiayaan yang inklusif, serta kebijakan yang mendorong UMKM agar mampu masuk dalam rantai pasok formal.

Baca juga: Investor Asing Ramai Lepas Saham Bank BCA, Mulai Buru Saham Bank BRI, Apa Penyebabnya? Simak Ulasannya Disini

“Lewat intervensi kebijakan yang tepat kita berharap UMKM dapat benar-benar menjadi penggerak utama ekonomi, bukan sekadar penopang sementara di tengah keterbatasan lapangan kerja,” ujarnya seperti dilansir Riwara.id dari laman dpr.go.id, Jumat, 23 Januari 2026.

Chusnunia menegaskan perlunya penguatan kebijakan agar sektor UMKM bisa terus memberdayakan masyarakat lokal, mendorong kewirausahaan, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja baru.

UMKM terbukti sangat efektif mengatasi pengangguran di Indonesia karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, lebih dari 60 persen.

“Realitasnya hari ini menunjukkan bahwa UMKM masih menjadi penampung tenaga kerja informal terbesar, namun dengan produktivitas yang rendah dan daya saing yang terbatas,” ungkapnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Agustus 2025 mencapai 7,46 juta orang tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus sebesar 4,85 persen.

Salah satu faktor terjadinya kondisi tersebut adalah pertumbuhan sektor manufaktur yang lebih lambat daripada pertumbuhan ekonomi nasional.

Padahal sektor manufaktur tersebut menurutnya dapat menciptakan jumlah pekerja formal lebih banyak dibandingkan sektor lainnya, dengan total tenaga kerja formal sekitar 60 persen di sektor manufaktur.

Baca juga: Bank Mandiri Ungkap Perlambatan Pertumbuhan Ekonomi Karena Berbagai Faktor, Mulai dari Suku Bunga hingga Penundaan Ekspansi Bisnis

Ia merujuk rilis akhir tahun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) beberapa waktu lalu yang menyoroti banyaknya generasi muda yang menganggur atau tidak bekerja ini akan menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia.

“Program pembiayaan kredit usaha rakyat (KUR) berbasis kekayaan intelektual (KI) pada tahun 2026 di sektor ekonomi kreatif agar dapat dimanfaatkan oleh anak-anak muda para pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan usaha.”pungkasnya.***

 

 

UMKM terbukti sangat efektif mengatasi pengangguran di Indonesia karena menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, lebih dari 60 persen

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News