Kebakaran TPA Putri Cempo Masih Membara, Pemkot Solo Tambah Helikopter Water Bombing dan Pengadaan Modifikasi Cuaca

Sabtu, 05 September 2026 | 17:54 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi di lokasi TPA Putri Cempo yang terbakar
Wali Kota Solo Respati Ardi di lokasi TPA Putri Cempo yang terbakar (Foto: Humas)

RIWARA.id – Pemerintah Kota Surakarta mengambil langkah agresif guna mempercepat pemadaman kebakaran yang menerjang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo. Memasuki hari ketiga status tanggap darurat bencana, Sabtu (5/9/2026), armada helikopter water bombing dipastikan bakal ditambah dan teknologi modifikasi cuaca resmi diajukan.

Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, meninjau langsung area terdampak di TPA Putri Cempo untuk memastikan penanganan darat maupun udara berjalan optimal.

Dalam peninjauan tersebut, Respati berkoordinasi secara mendalam bersama Komandan Lanud Adi Soemarmo, Marsma TNI Henri Ahmad Badwai.

Peninjauan lapangan ini juga didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Surakarta Budi Murtono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Herwin, serta Kepala Pelaksana BPBD Ari Dwi Daryatmo.

Respati menegaskan bahwasanya pemadaman TPA Putri Cempo dilakukan lewat skema gotong royong yang melibatkan lintas unsur dari TNI-Polri, dinas pemadam kebakaran, relawan, hingga bantuan pemerintah daerah sekitar.

Pemkot Surakarta juga telah berkoordinasi intensif dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pimpinan TNI Angkatan Udara.

Keputusan untuk menambah kekuatan pemadaman udara diambil setelah pantauan sensor termal dari udara pada Jumat (4/9/2026) malam menunjukkan potensi bahaya di bawah permukaan.

Hasil pemantauan geothermal mengonfirmasi bahwasanya tumpukan sampah bagian dalam masih menyimpan bara dan titik api yang aktif.

Melihat fakta material sampah yang sangat tebal, penambahan unit helikopter water bombing berbasi sistem Bambi Bucket menjadi prioritas utama.

Selain menggempur api dari udara, Pemkot Surakarta melayangkan surat resmi kepada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna mengupayakan rekayasa cuaca.

Langkah Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ini diharapkan mampu memicu hujan buatan tepat di atas titik lokasi kebakaran TPA Putri Cempo agar proses pemadaman berjalan lebih singkat.

Sementara itu, Danlanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badwai menyampaikan pentingnya respons cepat lintas satuan agar luasan area terdampak tidak kian meluas ke zonasi permukiman.

Pihak TNI AU terus berkoordinasi dengan satuan atas maupun TNI Angkatan Darat guna mempercepat pengerahan helikopter tambahan ke lokasi bencana.

Di jalur darat, puluhan armada pemadam kebakaran beserta relawan terus bekerja secara kontinu membombardir titik api, khususnya di Zona B TPA Putri Cempo.

Wali Kota Respati menegaskan seluruh upaya ekstra ini dilakukan demi menjamin kesehatan serta kenyamanan aktivitas warga di sekitar TPA Putri Cempo agar tidak terganggu asap. (*)

 

Pemkot Solo tambah helikopter water bombing & ajukan modifikasi cuaca BMKG untuk padamkan kebakaran TPA Putri Cempo yang membara.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories