Pemprov Jateng Jajaki Peluang Beasiswa Santri ke Turki, Jalin Kerja Sama dengan ACI

Sabtu, 05 September 2026 | 17:27 WIB
Pemprov Jateng Jajaki Kerja Sama dengan ACI untuk Beasiswa Santri ke Turki
Pemprov Jateng Jajaki Kerja Sama dengan ACI untuk Beasiswa Santri ke Turki (Foto: jatengprov.go.id)

RIWARA.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) berencana memperluas kesempatan pendidikan bagi para santri di wilayahnya, salah satunya dengan beasiswa ke Turki. Rencana itu dibahas saat Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Direktur Awwamah Center Indonesia (ACI), Syekh Muhyiddin Awwamah, pada Kamis 3 September 2026.

Taj Yasin mengatakan Syekh Muhyiddin berkunjung ke Pemprov Jateng untuk memperkenalkan lembaga pendidikan yang dikelolanya di Turki, sekaligus menawarkan program beasiswa bagi santri yang ingin memperdalam ilmu hadis.

“Beliau ingin memberikan beasiswa kepada santri-santri yang ingin melanjutkan pendidikan, khususnya pendidikan hadis di pondok beliau yang ada di Turki,” ujar Wagub dikutip Riwara.id dari laman jatengprov.go.id, Sabtu 5 September 2026.

Wagub menjelaskan salah satu program yang ditawarkan untuk santri berupa pembelajaran selama satu tahun secara online. Setelah pembelajaran dan ujian, peserta yang dinyatakan lulus akan diberangkatkan ke Turki.

Di Turki, mereka akan mengikuti pendidikan secara langsung sekitar satu bulan. Selama berada di Turki, peserta akan mendapatkan fasilitas berupa tempat tinggal dan makanan.

Taj Yasin Maimoen yang akrab disapa Gus Yasin ini menyebut tawaran ini sejalan dengan upaya Pemprov Jateng dalam memperluas akses pendidikan bagi santri. Apalagi, di Jawa Tengah memiliki sekitar 5.378 pondok pesantren.

Sebenarnya, program beasiswa santri sudah ada di Jateng yang dikembangkan melalui Lembaga Fasilitasi Sinergi Pesantren (LFSP) Jawa Tengah. Tahun ini, ada 73 santri asal Jateng yang mendapat beasiswa pendidikan. Dari jumlah tersebut, 15 santri di antaranya melanjutkan pendidikan ke beberapa negara seperti Yaman, Mesir, dan China.

“Jadi, tidak menutup kemungkinan, kami juga akan melakukan kerja sama dengan Ma’had beliau (ACI),” ungkap Wagub.

Sementara itu, Direktur ACI, Syekh Muhyiddin Awwamah, mengatakan tawaran kerja sama dengan Indonesia merupakan bagian dari upaya memperluas pendidikan dalam ilmu hadis. Saat ini, lembaganya telah memiliki jaringan dengan lembaga pendidikan di lebih dari 70 negara, serta 250 pusat pendidikan hadis.

Khusus di Indonesia, ACI telah menjalin kerja sama dengan 40 lembaga pendidikan, termasuk pesantren, perguruan tinggi, serta lembaga pendidikan keagamaan. Menurut Muhyiddin, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendidikan hadis, karena banyaknya pendidikan pesantren.

Selama ini, lanjut Muhyiddin, banyak lembaga pendidikan lebih fokus pada bidang seperti fikih, tasawuf, akidah, dan bahasa Arab. Untuk lembaga yang secara khusus yang mendalami ilmu hadis masih relatif terbatas.

Ia mengungkapkan jika ACI telah melakukan pembinaan terhadap para santri dari lembaga pendidikan yang bekerja sama melalui pembelajaran online, selama satu tahun terakhir. Para peserta mengikuti pembelajaran bertahap dan menjalani ujian pada masing-masing tahapan. Mereka yang berhasil menyelesaikan tahapan, berkesempatan mengikuti pendidikan intensif selama satu bulan di Turki.

Selama di Turki, para peserta akan belajar langsung dari Syekh Muhyiddin ‘Awwamah, dan ayahnya yaitu Syekh Al-Alamah Muhammad ‘Awwamah. Lalu, setelah kembali ke Indonesia, para peserta akan mendapatkan pendidikan lanjutan, untuk mengajarkan ilmu yang diperoleh kepada santri lain di pesantren atau mahasiswa di lembaga pendidikan masing-masing.

Selain ilmu hadis, peserta juga akan dibekali kemampuan dalam meneliti dan mengkaji naskah-naskah kuno karya para ulama. Muhyiddin berharap kerja sama dengan Indonesia khususnya Jateng dapat semakin berkembang, sehingga banyak santri pesantren yang memiliki kemampuan di bidang ilmu hadis.

Di akhir pertemuan itu, Pemprov Jateng, LFSP, dan ACI menandatangani Minutes of Meeting (MoM), sebagai dasar untuk penyusunan kerja sama yang diperkuat dengan Memorandum of Understanding (MoU).

Pemprov Jateng berencana memperluas kesempatan pendidikan bagi para santri di pondok pesantren, salah satunya dengan beasiswa ke Turki.

Foto Editor
Ayu Abriyani -

Jurnalis dari Kota Solo yang fokus pada isu pendidikan, sosial dan kemasyarakatan.

 Stories