Mengenang Jasa KH Abdul Wahab Chasbullah: Sang Pendiri Nahdlatul Ulama Dianugerahi Gelar Bapak ISHARI NU

Minggu, 23 Agustus 2026 | 10:55 WIB
Penganugerahan gelar Bapak ISHARI Nahdlatul Ulama kepada Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah
Penganugerahan gelar Bapak ISHARI Nahdlatul Ulama kepada Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah

JOMBANG, RIWARA.id- Seni hadrah dan Nahdlatul Ulama (NU) memang dua hal yang tak bisa dipisahkan. Di balik riuhnya tepukan tangan ritmis dan indahnya gema syair-syair mahabbah, ada peran besar pahlawan nasional KH Abdul Wahab Chasbullah yang menuntun tradisi ini hingga menjadi bagian utuh dari NU.

Atas jasa besar tersebut, Pimpinan Pusat Ikatan Seni Hadrah Indonesia (PP ISHARI) secara resmi menganugerahkan gelar kehormatan “Bapak ISHARI Nahdlatul Ulama” kepada Mbah Wahab yang juga dikenal sebagai pendiri NU bersama KH Hasyim Asy'ari.

Momen bersejarah ini berlangsung khidmat di tengah gelaran Istighosah dan Doa Bersama Sukses Muktamar ke-35 NU. Bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, ribuan warga Nahdliyin, santri, serta jemaah seni hadrah turut menyaksikan prosesi bernilai sejarah tersebut.

Piala dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh jajaran pengurus PP ISHARI kepada putra Mbah Wahab, KH Hasib Wahab Chasbullah (Gus Hasib), yang hadir mewakili keluarga besar dzurriyah.

Dalam perhelatan tersebut, tampak hadir sejumlah tokoh teras PBNU. Di antaranya Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul), serta jajaran pengasuh Pesantren Bahrul Ulum.

Ungkapan Rasa Syukur Dzurriyah

Dengan penuh rasa haru dan syukur, Gus Hasib menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar ISHARI atas penghormatan yang diberikan kepada almarhum sang ayah.

"Semoga penghargaan ini membawa berkah. ISHARI makin besar dan jaya," ungkap Gus Hasib pada Minggu, 23 Agustus 2026.

Beliau berharap, penganugerahan gelar ini tak sekadar menjadi bentuk penghormatan nostalgia, melainkan menjadi pemicu semangat baru bagi generasi muda untuk terus merawat dan mengembangkan seni budaya Islam di Tanah Air.

Sejarah: Cara Mbah Wahab Jadikan Hadrah Instrumen Dakwah

Penganugerahan ini kian mempertegas rekam jejak Mbah Wahab dalam memanfaatkan seni tradisi sebagai sarana dakwah yang ramah, ramah di telinga, dan merangkul semua kalangan.

Gus Hasib mengisahkan, jauh di masa lalu, Mbah Wahab melihat potensi luar biasa dari tradisi majelis selawat Terbang Abdurrahim—sebuah gerakan seni selawat yang diinisiasi oleh Kiai Abdurrohim bin Abdul Hadi asal Pasuruan. Mbah Wahab jeli melihat betapa seni ini begitu dicintai dan ampuh menjangkau masyarakat luas.

Melihat daya pikat tersebut, pada 23 Januari 1959, Mbah Wahab mengambil langkah strategis. Beliau mengusulkan agar wadah atau jam'iyyah hadrah ini diayomi secara resmi di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

Langkah Mbah Wahab tak berjalan sendiri. Ia turut merangkul para ulama sepuh NU pada zamannya, seperti KH Bisri Syansuri, KH Syaifuddin Zuhri, KH Ahmad Syaiku, hingga KH Muhammad bin Abdurrokhim, untuk bersama-sama membina wadah seni ini.

Gagasan visioner Mbah Wahab itulah yang menjadi tonggak lahirnya ISHARI—sebuah wadah yang tak hanya melestarikan seni rodad dan tepukan ritmis khas Pasuruan, tetapi juga memupuk rasa cinta (mahabbah) umat kepada Nabi Muhammad SAW.

Perjalanan panjang kelembagaan ISHARI pun terus membuah hasil manis. Hingga akhirnya, pada Muktamar ke-34 NU di Lampung tahun 2021 lalu, ISHARI secara resmi ditetapkan sebagai Badan Otonom (Banom) NU.

Kini, warisan dakwah berbasis budaya yang diinisiasi Mbah Wahab telah mengakar kuat dan bergema dari Jawa Timur hingga ke pelosok Nusantara. Penobatan Mbah Wahab sebagai Bapak ISHARI NU menjadi bukti sah betapa seni dan kebudayaan bisa menjadi benteng dakwah Islam yang menyejukkan. ***

Pahlawan Nasional KH Abdul Wahab Chasbullah dianugerahi gelar Bapak ISHARI NU. Simak rekam jejak dan perjuangan sang pendiri Nahdlatul Ulama ini.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories