SIMAK! 5 Ciri Pola Asuh Orang Tua yang Bisa Membuat Anak Sukses Dimasa Depan, Berikut Ulasan Lengkapnya

  • Windy Anggraina
  • Selasa, 20 Januari 2026 | 06:35 WIB
  • Default Publisher Publish by: Windy Anggraina

Riwara.id – Setiap orang tua pasti ingin melihat anak-anak sukses dan memiliki masa depan yang baik. Semua itu tentu tidak datang tiba-tiba ada banyak hal yang harus selalu diupayakan untuk mendorong tumbuh kembang anak. Kesuksesan anak di masa depan bisa jadi merupakan hasil dari pola asuh orang tua sejak kecil.

Salah satu penelitian dilakukan oleh Pennsylvania State University dan Duke University, yang melibatkan lebih dari 700 anak-anak di Amerika Serikat. Mereka menemukan adanya hubungan signifikan antara keterampilan sosial anak-anak saat di taman kanak-kanak dan kesuksesan mereka dua dekade kemudian.

Anak-anak yang memiliki kemampuan sosial yang baik, seperti dapat bekerja sama dengan teman-teman tanpa diminta dan mau membantu orang lain, cenderung lebih berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi dan mendapatkan pekerjaan tetap pada usia 25 tahun.

Dilansir Riwara.id dari laman Times of India, Selasa, 20 Januari 2026, berikut pola asuh orang tua yang memiliki potensi anaknya akan sukses di masa depan:

1. Mau membangun kepercayaan diri anak

Sebagian orang tua masih menganggap bahwa harga diri dan kepercayaan diri itu sama. Mereka sering memberi pujian kepada anak-anak dengan berkata, 'kamu istimewa' atau 'kamu bisa menjadi apapun yang kamu inginkan'.

Namun, sebenarnya membangun harga diri saja tidak cukup untuk mendukung kesuksesan akademis di masa depan. Studi justru menemukan bahwa anak yang mengaitkan prestasi dengan usaha dan kekuatan diri sendiri lebih mungkin mencapai kesuksesan, dibandingkan dengan anak-anak yang merasa tidak memiliki kontrol terhadap hasil akademis mereka.

Kepercayaan diri akan terbentuk ketika anak-anak berhasil melewati rintangan, menemukan solusi, dan bangkit kembali setelah kegagalan.

Baca juga: DIBUKA BESOK! Pendaftaran TKA Jenjang SD SMP Tahun 2026, Ini Dia Mekanisme dan Jadwal Tahapannya

2. Mengajarkan empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan perasaan orang lain. Ada tiga jenis empati yang perlu dikembangkan pada anak: empati afektif (merasakan perasaan orang lain), empati perilaku (berempati dengan bertindak), dan empati kognitif (memahami pemikiran orang lain).

Orang tua dapat mulai memperkenalkan tentang empati pada anak sejak dini. Salah satunya dengan memberi label pada perasaan agar mereka lebih mengenalnya, misalnya marah, senang, sedih, dan lain-lain.

Secara berkala, tanyakan tentang perasaan anak setiap hari. Kegiatan ini dapat membantu anak-anak mengembangkan kemampuan untuk memahami dan merespons perasaan orang lain dengan bijaksana.

 3. Terlibat bermain bersama anak

Bermain dengan anak-anak di sini bukan hanya tentang mengajak mereka bermain di luar rumah ya, tapi orang tua juga melibatkan diri dalam permainan anak. Para ahli dan psikolog anak menyebutkan bahwa keterlibatan orang tua dalam bermain dengan anak dapat meningkatkan kesejahteraan mental mereka.

Ini karena anak-anak yang menghabiskan waktu dengan orang tua dalam berbagai aktivitas menyenan gkan, memiliki tingkat oksitosin yang lebih tinggi. Peningkatan hormon ini berperan dalam membangun hubungan sosial yang positif. Hal sederhana seperti kontak mata dan sentuhan fisik juga dapat memperkuat ikatan emosional dan meningkatkan empati pada anak.

4. Menghindari konflik yang berlebihan

Penelitian di New York menunjukkan bahwa remaja yang memiliki hubungan yang hangat dan penuh kasih dengan orang tua mereka, terutama ibu, lebih kecil kemungkinannya untuk terjerumus dalam hubungan yang penuh kekerasaSelain itu, trauma atau konflik dalam keluarga dapat mempengaruhi harga diri dan perkembangan mental anak. Oleh karena itu, jangan lupa untuk menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat di rumah.

Baca juga: OJK Keluarkan 2 Aturan Baru Dorong Industri Asuransi dan Penjaminan Dana Pensiun, Kapan Mulai Berlaku? Cek Disini

5. Memperhatikan pola tidur anak

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting bagi perkembangan anak. Anak-anak yang tidak cukup tidur cenderung tertinggal dalam pemb elajaran, kurang bersemangat untuk belajar, atau bahkan berisiko terkena masalah kesehatan jangka panjang.

Orang tua yang membiasakan anak untuk memiliki pola tidur yang teratur dan cukup memiliki dampak positif terhadap kesuksesan anak di masa depan. Diharapkan dengan kebiasaan tidur yang cukup, anak-anak menjadi lebih fokus, kreatif, dan siap menghadapi tantangan.***

Setiap orang tua pasti ingin melihat anak-anak sukses dan memiliki masa depan yang baik. Semua itu tentu tidak datang tiba-tiba ada banyak hal yang harus selalu diupayakan untuk mendorong tumbuh kembang anak.

Foto Default
Author : Windy Anggraina

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Excepturi doloribus unde molestias laborum delectus adipisci, eos repellat in debitis cum impedit numquam, architecto, facilis.

Topic News