Anggaran Pendidikan Tembus Rp820,9 Triliun di 2027, Gaji Guru Naik atau Tidak? Komisi X DPR RI Buka Suara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:39 WIB
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih (Foto: dpr.go.id)

JAKARTA, RIWARA.id - Suasana Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, mendadak hangat usai pidato pengantar RUU APBN 2027 disampaikan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah proyeksi kenaikan anggaran pendidikan yang melambung tinggi hingga Rp820,9 triliun, muncul catatan kritis dari meja wakil rakyat.

Dalam RAPBN 2027, pemerintah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar Rp820,9 triliun, naik sekitar 13,9% dibandingkan anggaran pendidikan 2026 sebesar Rp720,8 triliun.

Namun, sorotan tajam datang dari Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih. Politisi Fraksi PKS itu mengingatkan agar peningkatan anggaran raksasa ini tidak sekadar habis untuk urusan fisik dan renovasi gedung sekolah belaka.

"Kalau direkap, problematika pendidikan kita itu sebenarnya sederhana. Pertama sarana dan prasarana, kedua SDM—yakni guru dan tenaga kependidikan, baru yang ketiga soal kurikulum," ungkap Fikri dikutip dari laman resmi DPR RI, Minggu, 14 Agustus 2026.

Fikri mengapresiasi komitmen pemerintah yang menaruh perhatian pada perbaikan sarana fisik sekolah. Langkah tersebut diakuinya krusial untuk menunjang kenyamanan belajar siswa. Namun, ia menyayangkan narasi penguatan guru yang dinilai masih minim menyentuh poin-poin krusial dalam dokumen anggaran awal.

Didominasi Proyek Perbaikan Gedung

Menurut Fikri, sorotan dalam paparan resmi pemerintah masih didominasi oleh proyek-proyek perbaikan gedung. Padahal, ruh dari pendidikan yang berkualitas berada di tangan para pendidik.

“Yang kedua tadi, guru dan tenaga kependidikan baru disebut secara lisan, belum tertulis. Di layar yang terpampang hanya renovasi. Mudah-mudahan nanti ada diskusi lanjutan di komisi, terutama Komisi X, untuk menjawab ekspektasi para guru—baik soal status, kesejahteraan, maupun jaminan sosial mereka,” tegasnya.

Ia menumpuk harapan besar pada pembahasan anggaran pendidikan 2027 di tingkat komisi DPR mendatang. Kesejahteraan guru, kejelasan status kepegawaian, hingga jaminan perlindungan sosial dinilai sudah sewajarnya menjadi pilar utama pembangunan sumber daya manusia nasional.

Fikri memastikan Komisi X DPR RI bakal mengawal ketat penggunaan dana pendidikan tersebut. Harapannya, alokasi anggaran tidak hanya melahirkan bangunan sekolah yang megah, tetapi juga menghadirkan guru-guru yang sejahtera dan dihargai secara layak.

Dialokasikan untuk MBG

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, hingga saat ini tidak terdapat alokasi tambahan khusus untuk kenaikan gaji guru dalam RAPBN 2027. Dari alokasi anggaran pendidikan Rp820,9 triliun, pemerintah akan menggunakan untuk penguatan fasilitas sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dari total tersebut, sekitar Rp240 triliun disiapkan untuk program MBG. Dengan demikian, anggaran MBG mencapai sekitar 29,2% dari total pagu pendidikan 2027.

"Bukan berarti enggak mungkin (kenaikan gaji guru, red), kan bisa saja sambil berjalannya waktu nanti kalau emang kita punya uang lebih dan emang dibutuhkan, kita bisa tambah juga, tapi sekarang belum direncanakan," cetus Purbaya. ***

Anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 melonjak jadi Rp820,9 triliun. Komisi X DPR RI mendesak agar kesejahteraan guru ditingkat, bukan hanya buat renovasi gedung sekolah.

Editor
Ali Mahfud -

Jurnalis dan analis internasional, mengurai dinamika geopolitik, ekonomi global, dan konflik dunia dengan ketajaman dan kedalaman.

 Stories