Gempa M 7,7 Nagekeo: Menko PMK dan Kepala BNPB Terbang ke NTT, Helikopter Misi Darurat Dikerahkan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 10:46 WIB
Ilustrasi helikopter BNPB menangani pengiriman logistik di lokasibencana alam
Ilustrasi helikopter BNPB menangani pengiriman logistik di lokasibencana alam (Foto: BNPB)

RIWARA.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto bertolak menuju lokasi gempa magnitudo 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).

Pemerintah pusat bergerak cepat mengambil langkah tanggap darurat guna mempercepat penanganan pascagempa tektonik kuat yang sempat memicu peringatan dini tsunami tersebut.

Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada kedalaman 15 kilometer atau sekitar 38 kilometer arah timur laut Mbay, Nagekeo, pada pukul 04.58 WIB.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan BNPB memobilisasi tim penanganan darurat untuk mendampingi pemerintah daerah melakukan kaji cepat dampak kerusakan dan pemenuhan kebutuhan logistik warga.

Untuk menembus tantangan geografi kepulauan di NTT, BNPB turut mengarahkan satu unit helikopter operasional guna mempercepat penanganan darurat, penyiapan logistik, serta evakuasi medis jika diperlukan.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB hingga pukul 08.00 WIB, tercatat satu orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka.

Korban meninggal dunia merupakan warga Kabupaten Sikka, sementara korban luka teridentifikasi berada di Kabupaten Sikka dan Nagekeo.

BNPB meluruskan ketidakakuratan laporan awal yang sempat menyebutkan dua korban tewas, seraya memastikan pembaruan data korban di lapangan terus diverifikasi secara ketat.

Dampak guncangan juga memicu kepanikan warga pesisir, di mana sekitar 2.000 penduduk Kabupaten Nagekeo sempat mengungsi mandiri mengantisipasi ancaman gelombang tsunami.

Kerusakan infrastruktur sementara mencakup dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dua rumah rusak ringan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas umum, dan enam kantor pemerintahan.

Satu KK atau enam jiwa di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, turut terdampak guncangan gempa yang terasa hingga wilayah Kepulauan Selayar, Jeneponto, dan Maros di Sulawesi Selatan.

BMKG secara resmi telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.31 WIB setelah pemantauan sensor tinggi muka air laut tidak menunjukkan kenaikan signifikan.

Meski ancaman tsunami berlalu, situasi di Kabupaten Nagekeo dilaporkan masih terkendala akibat aliran listrik yang padam total dan kemacetan lalu lintas pada beberapa ruas jalan utama.

BNPB meminta masyarakat tetap tenang, tidak kembali ke rumah atau bangunan yang retak, serta mematuhi arahan resmi otoritas daerah guna mengantisipasi gempa susulan. (*)

 

Menko PMK dan Kepala BNPB terbang ke Nagekeo tangani gempa M 7,7 NTT. Helikopter darurat dikerahkan untuk evakuasi dan logistik.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories