Gelombang Mutasi Besar Polri: Kapolri Rombak Posisi Kapolda hingga Bentuk Polresta Baru di IKN

Jumat, 26 Juni 2026 | 21:48 WIB
Ilustrasi Polri | Ari Kristyono
Ilustrasi Polri | Ari Kristyono

RIWARA.id – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan promosi jabatan besar-besaran di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia, termasuk menunjuk sejumlah Kapolda baru dan membentuk Polresta baru di Ibu Kota Nusantara (IKN). Langkah penyegaran organisasi ini tertuang dalam surat telegram Kapolri tertanggal 25 Juni 2026.

Mutasi massal Korps Bhayangkara tersebut resmi diumumkan ke publik pada Jumat (26/6/2026). Kebijakan ini menyasar berbagai eselon jabatan, mulai dari perwira tinggi di tingkat Mabes Polri hingga pimpinan komando wilayah di berbagai daerah.

Dalam perombakan kali ini, sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian kepemimpinan demi memperkuat pelaksanaan tugas kepolisian. Pada jajaran Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, Brigjen Pol. Didi Hayamansyah resmi mendapat promosi jabatan sebagai Kapuslitbang Polri.

Pergeseran posisi juga terjadi pada tingkat kepala kepolisian daerah atau Kapolda. Kapolri mempercayakan posisi Kapolda Aceh kepada Brigjen Pol. Ruddi Setiawan untuk memimpin wilayah paling barat Indonesia tersebut.

Selain Aceh, wilayah timur Indonesia juga mendapatkan pimpinan baru untuk memperkuat keamanan daerah. Kapolri menunjuk Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru untuk mengemban amanah sebagai Kapolda Papua Barat Daya yang baru.

Tidak hanya posisi nomor satu di daerah, gerbong mutasi ini juga menetapkan tiga perwira tinggi dan menengah untuk mengisi pos Wakapolda. Kombes Pol. Iwan Saktiadi kini dipercaya memegang tongkat komando sebagai Wakapolda Banten.

Selanjutnya, posisi Wakapolda Maluku kini dijabat oleh Brigjen Pol. Arif Budiman. Sementara itu, untuk mendampingi Kapolda di wilayah pemekaran baru, Kapolri menunjuk Kombes Pol. Fernando Sanches Napitupulu sebagai Wakapolda Papua Barat Daya.

Di tingkat operasional, rotasi ini mencakup promosi terhadap 190 jabatan Kapolres, Kapolresta, Kapolres Metro, hingga Kapolrestabes. Angka ini menandai pergeseran masif di level komando terdepan yang bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat.

Momentum mutasi ini juga dibarengi dengan penguatan struktur kewilayahan yang krusial. Polri resmi membentuk satu Polresta baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) demi mengawal dinamika pembangunan dan keamanan pusat pemerintahan baru tersebut.

Selain di IKN, Polri juga memperluas jaringan pelayanan dengan membentuk empat Polres Tipe D baru di beberapa wilayah. Langkah ini diikuti dengan peningkatan status delapan Polres Tipe D menjadi Polresta guna memaksimalkan perlindungan hukum di daerah yang kian berkembang.

Polisi Wanita (Polwan) juga mendapatkan porsi besar dalam gerbong promosi karier kali ini. Tercatat sebanyak 45 personel Polwan memperoleh promosi jabatan strategis, dengan 17 personel di antaranya dipercaya memegang tongkat komando sebagai Kapolres IIIA2.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa perombakan struktural ini merupakan hal wajar dalam dinamika organisasi. Menurutnya, rotasi ini berfungsi menjaga kesinambungan kinerja dan meningkatkan efektivitas korps.

Melalui pergeseran jabatan ini, para perwira yang mendapatkan amanah baru diharapkan bisa langsung bergerak cepat. Mereka dituntut segera beradaptasi dengan lingkungan baru, memperkuat soliditas internal, serta mendongkrak kualitas penegakan hukum bagi masyarakat.

Johnny menambahkan, pembentukan Polresta IKN dan promosi puluhan Polwan membuktikan komitmen Polri yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Korps baju cokelat ini terus memberikan ruang setara bagi personel yang kompeten untuk memimpin di lapangan demi mewujudkan Polri Presisi.

 

Kapolri gelar mutasi besar-besaran: Tunjuk Kapolda baru, promosi puluhan Polwan, hingga bentuk Polresta baru di kawasan IKN.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories