Bomber Strategis B-52 AS Jatuh Saat Uji Terbang di California, Delapan Awak Diduga Tewas

Selasa, 16 Juni 2026 | 13:42 WIB
Pesawat pembom B-52 Stratofortress dibuat dengan bantuan ChatGPT AI
Pesawat pembom B-52 Stratofortress dibuat dengan bantuan ChatGPT AI

 

RIWARA.id – Pesawat pengebom strategis Boeing B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) dilaporkan jatuh saat menjalani misi uji terbang rutin di California, Amerika Serikat, pada Senin (15/6/2026) waktu setempat. 

Tragedi ini membawa kabar duka bagi dunia aviasi militer, di mana pihak berwenang memberikan indikasi kuat bahwa tidak ada korban selamat di antara delapan orang awak yang berada di dalam pesawat saat kecelakaan terjadi. 

Pangkalan Udara Edwards melalui keterangan resminya di platform X menyatakan indikasi awal di lapangan menunjukkan dalam kecelakaan tersebut mustahil ada korban yang bertahan hidup.

Pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas dari pangkalan pada pukul 11.20 waktu setempat. Misi tersebut sejatinya adalah penerbangan uji rutin yang telah dijadwalkan oleh pihak pangkalan udara. 

Petugas penyelamat segera dikerahkan menuju lokasi jatuhnya pesawat yang berada di timur laut Los Angeles sesaat setelah menerima laporan mengenai benturan keras di daratan. 

Hingga saat ini, Pangkalan Udara Edwards masih berupaya memastikan kondisi seluruh awak dan telah memulai tahapan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap penyebab utama kegagalan mesin atau teknis pada pesawat tersebut. 

Boeing B-52 Stratofortress selama ini dikenal sebagai tulang punggung kekuatan pengebom strategis jarak jauh Amerika Serikat yang telah beroperasi selama lebih dari tujuh dekade. 

Dalam sejarah produksinya, pesawat ini dirancang pada akhir 1940-an untuk menggantikan B-36, dengan total 744 unit yang diproduksi antara tahun 1952 hingga 1962. 

Meski sudah tidak diproduksi lagi, varian terakhirnya, yakni B-52H, terus mengalami modernisasi sistem avionik dan radar agar tetap relevan dalam medan tempur modern. 

Varian B-52H memiliki spesifikasi gahar dengan delapan mesin turbofan Pratt & Whitney, mampu menempuh jarak hingga 14.000 km --bisa bertambah dengan pengisian bahan bakar di udara, dan membawa muatan senjata hingga 32.000 kg. 

Sepanjang riwayat operasinya, pesawat ini telah terlibat dalam berbagai konflik besar dunia, mulai dari Perang Vietnam, Perang Teluk 1991, hingga konflik pasca-9/11 di Afghanistan dan Irak. 

Fakta menarik lainnya, B-52 tidak pernah diekspor ke negara lain karena kebijakan strategis AS yang membatasi penggunaannya hanya untuk kepentingan operasional Angkatan Udara AS guna menjaga kerahasiaan teknologi nuklir. (*)

Pesawat bomber B-52 AS jatuh di California saat uji terbang rutin. Delapan awak dilaporkan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories