Tragedi Friendly Fire Sisilia 1943: Saat Armada Sekutu Menembak Jatuh Pesawat Sendiri dalam Kekacauan Terbesar di PD II

Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB
Ilustrasi Tragedi Sisilia dibuat dengan bantuan ChatGPT AI
Ilustrasi Tragedi Sisilia dibuat dengan bantuan ChatGPT AI (Foto: Ari Kristyono)

 

RIWARA.id – Sebanyak 144 pesawat angkut Amerika Serikat terjebak dalam hujan tembakan dari armada kapal perang rekan mereka sendiri di lepas pantai Sisilia pada malam 11 Juli 1943. I

nsiden mematikan ini menjadi salah satu catatan kelam dan kekacauan terbesar di PD II, di mana kurangnya koordinasi menyebabkan pasukan kawan saling hantam di tengah operasi invasi yang krusial.

Peristiwa ini bermula saat pilot dari 52nd Troop Carrier Wing diperintahkan membawa 2.000 penerjun payung dari 54th Parachute Infantry Regiment sebagai bala bantuan.

Jalur penerbangan mereka melintasi langsung di atas armada Sekutu yang sedang berlabuh. Namun, para pilot tidak mengetahui bahwa sepanjang hari itu, armada kapal perang Sekutu terus-menerus digempur oleh serangan udara Jerman melalui gelombang pesawat Junkers 88.

Para penembak artileri di atas kapal dalam kondisi lelah, marah, dan siap menembak jatuh apa pun yang melintas di langit. Mirisnya, pesan bahwa pesawat kawan akan lewat malam itu tidak pernah sampai atau terlambat diterima oleh sebagian besar kru kapal.

Begitu pesawat C-47 pertama melintas pada pukul 22:22, satu kapal melepaskan tembakan yang kemudian memicu seluruh senjata antipesawat di armada tersebut ikut menyalak.

Pesawat angkut yang terbang rendah, lambat, dan tanpa pelindung baja tersebut menjadi sasaran empuk. 

Formasi pesawat berantakan seketika saat peluru penjejak (tracer) menerangi cakrawala. Beberapa pesawat jatuh dalam kondisi terbakar ke laut, sementara pilot lainnya terpaksa menerjunkan pasukan secara acak demi menyelamatkan diri dari amukan peluru kawan sendiri.

Tragedi ini menjadi pelajaran berharga dalam sejarah militer mengenai pentingnya komunikasi medan tempur. Hingga kini, peristiwa Sisilia tetap diingat sebagai pengingat betapa mematikannya sebuah kekeliruan koordinasi di tengah tensi tinggi peperangan, yang akhirnya justru merenggut nyawa pasukan di pihak yang sama. (*)

 

Tragedi Sisilia 1943: Ratusan pesawat AS ditembak jatuh armada sendiri akibat miskomunikasi. Simak sejarah kekacauan terbesar di PD II ini.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories