RIWARA.id – Fenomena pemasangan baliho bergambar Sinuhun Pakubuwono XIV Karaton Surakarta Hadiningrat terus meluas di berbagai daerah. Berdasarkan pendataan yang dihimpun dari jaringan pendukung dan komunitas budaya, baliho Sinuhun Pakubuwono XIV kini terpasang di sedikitnya 20 kabupaten dan kota di Jawa Tengah serta Jawa Timur.
Daerah-daerah tersebut antara lain Ngawi, Boyolali, Kota Madiun, Grobogan, Sragen, Ponorogo, Demak, Pacitan, Nganjuk, Malang Raya, Jepara, Magelang, Trenggalek, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Magetan, Semarang, Tulungagung, dan Tegal.
Pemasangan baliho dilakukan secara swadaya oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari kerabat Karaton, sentana dalem, abdi dalem, anggota Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (PAKASA), pegiat budaya, hingga masyarakat yang memiliki keterikatan historis dan budaya dengan Karaton Surakarta Hadiningrat.
Pegiat Budaya Surakarta, R. Surojo, mengatakan pemasangan baliho tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap pelestarian adat dan budaya yang bersumber dari Karaton Surakarta.
"Ini murni bentuk kepedulian masyarakat. Mereka yang memasang baliho terdiri dari kerabat Karaton, sentana dalem, abdi dalem, anggota PAKASA, serta para pelaku budaya yang selama ini memiliki kedekatan dengan tradisi yang bersumber dari Karaton Surakarta," kata Surojo kepada awak media, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, banyak di antara para pemasang baliho merupakan anggota PAKASA, organisasi yang didirikan pada 29 November 1931 pada masa pemerintahan Sinuhun Pakubuwono X sebagai wadah kawula Karaton yang memiliki keterikatan historis dengan Karaton Surakarta Hadiningrat.
"Mereka adalah pelaku budaya yang hidup dan berproses dalam tradisi Karaton Surakarta. Mereka memahami mana yang menurut keyakinan mereka sesuai dengan paugeran adat dan garis keturunan yang berlaku. Itu adalah pilihan mereka," ujarnya.
Kudus Sebut Ada Sekitar 140 Baliho
Salah satu wilayah dengan jumlah pemasangan baliho yang cukup besar adalah Kabupaten Kudus.
Kanjeng Raden Riya Arya Panembahan Alap-alap Gilingwesi Singonegoro, Pangarsa PAKASA Kudus, mengatakan berdasarkan pendataan internal yang dilakukan pihaknya, jumlah baliho Sinuhun Pakubuwono XIV yang terpasang di wilayah Kabupaten Kudus mencapai sekitar 140 titik.
Menurutnya, pemasangan baliho tersebut merupakan bagian dari semangat mangayubagyo, yakni menyambut dan ikut merasakan kebahagiaan atas hadirnya penerus tahta Karaton Surakarta Hadiningrat.
"Di Kudus saja ada sekitar 140 baliho. Pemasangan baliho tersebut merupakan bagian dari mangayubagyo, yaitu menyambut dan ikut merasakan kebahagiaan atas hadirnya penerus Raja Surakarta, Sinuhun Pakubuwono XIV," ujarnya kepada awak media, Kamis (11/6/2026).
Ia menegaskan bahwa pemasangan baliho tidak memiliki tujuan politik maupun kepentingan lain di luar pelestarian budaya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan dan pengabdian kepada Sinuhun Pakubuwono XIV sebagai pemangku adat dan budaya Karaton Surakarta Hadiningrat.
"Pemasangan baliho Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwana XIV Hangabehi di Kabupaten Kudus tidak memiliki tujuan politis maupun kepentingan lainnya. Pemasangan ini merupakan wujud pakurmatan dan pangabekti kepada Sampeyandalem sebagai pemangku adat dan budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," katanya.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilandasi semangat untuk menguri-uri, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan Jawa di tengah masyarakat.
Keberadaan baliho, lanjutnya, diharapkan dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya bangsa, memperkuat persaudaraan, serta memperluas pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai luhur warisan leluhur.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menambah rasa cinta terhadap budaya bangsa, memperkuat paseduluran, serta membuat masyarakat semakin memahami nilai-nilai adiluhung warisan para leluhur," ujarnya.
Pangarsa PAKASA Kudus juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyikapi keberadaan baliho tersebut secara bijaksana, menjaga suasana yang damai dan kondusif, serta terus mengedepankan semangat kerukunan dan saling menghormati.
Delanggu Klaten Tercatat 87 Titik
Selain Kudus, pemasangan baliho dalam jumlah besar juga dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten.
Berdasarkan data yang dihimpun dari jaringan pendukung, sedikitnya terdapat 87 titik baliho Sinuhun Pakubuwono XIV yang terpasang di wilayah kecamatan tersebut.
Jumlah tersebut menjadikan Delanggu sebagai salah satu wilayah dengan konsentrasi pemasangan baliho tertinggi yang dilaporkan sejauh ini.
Cucu PB XI: Raja Surakarta Ditentukan Adat
Sementara itu, BRM Nugroho Iman Santoso, cucu Sinuhun Pakubuwono XI, putra GPH Notopuro, Ketua Paguyuban Awu Sepuh, sekaligus alumnus Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, menilai dukungan masyarakat yang muncul tidak dapat dilepaskan dari pemahaman mereka terhadap sejarah dan sistem suksesi yang berlaku di lingkungan Karaton Surakarta.
"Saya kira apa yang dilakukan masyarakat dengan memberikan dukungan kepada KGPH Hangabehi yang kini menjadi Sinuhun Pakubuwono XIV sejak 13 November 2025 lalu adalah sesuatu yang wajar. Karena memang nasab Raja Surakarta itu kepada yang sepuh atau anak tertua, dan adatnya memang demikian sejak dahulu," kata Nugroho.
Menurutnya, dalam pandangan yang dianut keluarga besar trah Karaton Surakarta, kedudukan raja ditentukan berdasarkan ketentuan adat yang diwariskan secara turun-temurun.
"Masa aturan adat mau dimodifikasi? Perlu diingat, raja itu menjadi raja bukan karena prestasi pribadi, melainkan karena adat. Suka atau tidak suka, adatnya memang begitu," ujarnya.
Gusti Moeng: PB XIV Dipersiapkan Sejak Lama
Sebelumnya, Pengageng Sasana Wilapa Karaton Surakarta Hadiningrat, GKR Koes Moertiyah Wandansari, menyatakan bahwa proses penyiapan Sinuhun Pakubuwono XIV telah berlangsung jauh sebelum wafatnya Sinuhun Pakubuwono XIII.
Menurut Gusti Moeng, Karaton Surakarta Hadiningrat sebagai keraton tertua dalam trah Mataram Islam memiliki aturan suksesi yang berlandaskan nasab dan dijaga secara ketat oleh para leluhur.
"Alhamdulillah, sampai masa Sinuhun Pakubuwono XII, nasab itu sangat dijaga. Untuk Sinuhun Pakubuwono XIV juga tidak serta-merta muncul begitu saja. Persiapannya sudah dilakukan jauh sebelumnya," ujar Gusti Moeng dalam keterangannya di Surakarta, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa sejak masih bergelar BRM Mangkubumi hingga kemudian menjadi KGPH Hangabehi pada masa pemerintahan Sinuhun Pakubuwono XIII, Sinuhun Pakubuwono XIV telah dipersiapkan untuk memahami kehidupan Karaton, adat, budaya, kepemimpinan, dan tanggung jawab sebagai penerus tahta.
"Beliau sudah ditempa lahir dan batin sejak lama. Sejak masih BRM Mangkubumi hingga kemudian menjadi KGPH Hangabehi pada masa pemerintahan Sinuhun Pakubuwono XIII. Proses itu dilakukan secara bertahap agar memahami tanggung jawab besar yang kelak diemban sebagai pemimpin Karaton Surakarta Hadiningrat," jelasnya.
Gusti Moeng juga menyatakan bahwa seluruh persyaratan adat terkait suksesi telah terpenuhi dan aspek hukum nasional yang berkaitan dengan kedudukan Sinuhun Pakubuwono XIV telah memiliki kepastian hukum.
Sebagaimana diketahui, BRM Mangkubumi yang kemudian bergelar KGPH Hangabehi ditetapkan sebagai Sinuhun Pakubuwono XIV Karaton Surakarta Hadiningrat melalui Musyawarah Adat dan Keputusan Keluarga Besar Trah Terah Mataram Islam Karaton Surakarta Hadiningrat yang terdiri dari keturunan Sinuhun Pakubuwono II hingga Sinuhun Pakubuwono XIII pada 13 November 2025.
Fenomena pemasangan baliho di berbagai daerah tersebut menunjukkan masih tingginya perhatian sebagian masyarakat terhadap perkembangan Karaton Surakarta Hadiningrat serta pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.*
Fenomena baliho PB XIV meluas di berbagai daerah. PAKASA Kudus menyebut sekitar 140 titik baliho terpasang di Kudus, sementara Delanggu Klaten mencapai 87 titik.