RIWARA id – Bagi penyandang disabilitas, nama Angkie Yudistia sudah tidak asing lagi. Ia adalah penyandang disabilitas sensorik pendengaran atau tunarungu (tuli). Ia kehilangan kemampuan mendengar bukan sejak lahir, melainkan saat usianya 10 tahun setelah mengalami demam dan penggunaan obat antibiotik keras.
Walaupun dalam kondisi disabilitas, Angkie dikenal sebagai sosok yang sangat inspiratif dan memiliki banyak prestasi. Salah satunya, ia pernah menjabat sebagai Staf Khusus (Stafsus) Presiden di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo. Saat itu, ia mampu membantu menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak kesetaraan bagi penyandang disabilitas di Indonesia.
Ia juga menjadi pendiri Thisable Enterprise yang merupakan perusahaan sosial yang fokus pada pemberdayaan disabilitas agar mandiri secara ekonomi, melalui pelatihan kerja dan penyaluran tenaga kerja.
Prestasi lainnya dari perempuan berusia 39 tahun ini adalah sebagai penulis beberapa buku yang menceritakan kisah hidupnya, salah satunya berjudul Perempuan Tunarungu Menembus Batas.
Dituduh Pencuri saat Merayakan Ulang Tahun
Hari ini, Minggu 7 Juni 2026, akun Instagram pribadi Angkie Yudistia ramai oleh tanggapan dari banyak pihak. Di akun media sosial tersebut, Angkie mengungkapkan curahan hatinya ketika merayakan ulang tahun beberapa waktu lalu. Di akun Instagramnya, Angkie mengungkapkan jika acara ulang tahunnya diwarnai dengan insiden yang tidak menyenangkan.
Angkie menulis jika beberapa hari lalu ia merayakan ulang tahunnya bersama anak-anaknya di suatu tempat. Saat itu, ada ibu-ibu yang duduk di sebelahnya tiba-tiba panik kehilangan dompetnya. Seketika itu, ibu-ibu tersebut menunjuk Angkie dan berkata “Dompet saya hilang, anda di sebelah saya. Bisa saya lihat isi tasnya?”
Angkie pun merasa dituduh pencuri hanya karena duduk bersebelahan dan memakai masker. Saat itu, Angkie menggunakan masker karena mengalami sinusitis dan seusai menjalani perawatan di klinik aesthetic.
“Awalnya aku menolak karena tas adalah privasi. Tas putih itu selalu aku pangku,” tulisnya. Namun ibu-ibu itu tetap bersikeras bahwa Angkie adalah pelakunya dan menelepon polisi. Angkie pun diminta memberikan keterangan atas kejadian itu.
“Karena aku merasa benar, dan yang bersangkutan memeriksa seluruh isi tasku. Aku foto sebagai bukti bahwa benda yang dicari memang tidak ada,” tulis Angkie.
Namun, anak dari ibu-ibu itu melakukan provokasi hingga menimbulkan kehebohan dan pihak manajemen di lokasi tersebut datang. Saat itu, manager dari pihak manajemen bersikap sopan dan berupaya meredam permasalahan.
“Saat itu aku dan anak-anak dikepung banyak orang. Kakak dan adek sampai menangis ketakutan. Aku tetap berusaha tenang tanpa menelepon jaringan dan memberitahu siapa aku. Saat itu, aku hanyalah seorang ibu berkebutuhan khusus yang sedang bersama anak-anak,” ungkapnya.
Akhirnya, setelah 2 jam kehebohan tersebut, fakta berbicara, dan ibu-ibu itu meminta maaf karena salah tuduh. “Aku hanya bilang silakan meminta maaf kepada anak-anak saya,”.
Dari peristiwa itu, Angkie pun berpesan jika memang benar, harus mampu bertahan dan melawan. Bukan menjadi arogan dan provokasi.
“Jangan terburu-buru menjadi hakim atas hidup orang lain. Sebab, yang terlihat belum tentu benar, dan yang benar sering kali membutuhkan waktu untuk terlihat,” imbuhnya. Curahan hati Angkie pun mendapat 1.349 likes dan 178 komentar dari para sahabat dan pengguna Instagram lainnya.
Salah satu yang memberikan tanggapan adalah Teuku Zacky, seorang aktor yang juga seorang pengusaha. “Kakkk… Astaga… Pengan say hai sama ibu-ibu yang tadinya nuduh di ceritakan kakak ini… dia lihat postingan ini ga ya… (gemas sendiri)… Aniway Selamat Ulang Tahun kak… Semangat untuk terus menebar energi baik, sehat, bahagia ya… Long time no intouch… Selamar bertugas dimanapun sekarang ini… Termasuk menjadi ibu yang baik,” tulisnya.
Mantan Stafsus Presiden yang juga seorang penyandang difable, Angkie Yudistia, mendapat pengalaman tidak menyenangkan ketika merayakan uang tahunnya.