Tiga Hari Hilang di Sungai Kramacenil Jeruklegi, Sakim Ditemukan Tewas Mengambang Sejauh 2,1 Kilometer

Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:59 WIB
SAR gabungan menyisir sungai Kramacenil untuk menemukan jasad pria yang dilaporkan hanyut
SAR gabungan menyisir sungai Kramacenil untuk menemukan jasad pria yang dilaporkan hanyut (Foto: Humas Basarnas)

 

RIWARA.id – Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad Sakim (42), warga Desa Bojongsari yang dilaporkan hilang tenggelam di Sungai Kramacenil, Desa Cilibang, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap pada Sabtu (06/06/2026) siang.

Penemuan jasad pria asal RT 01/RW 04 Dusun Citepus tersebut terjadi pada hari ketiga operasi pencarian besar-besaran yang digelar oleh otoritas penyelamat setempat.

Sebelumnya, korban dilaporkan hilang tanpa jejak sejak Kamis (04/06/2026) sore saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, memicu pengerahan puluhan personel penyelamat gabungan.

Operasi pencarian hari ketiga dimulai sejak pagi hari pukul 07.00 WIB, diawali dengan pengarahan teknis guna memetakan jalur sapuan evakuasi secara mendetail.

Guna memaksimalkan efektivitas operasi di lapangan, personel dibagi ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan rute pergerakan yang berbeda.

SRU pertama mengemban tugas menyisir area daratan di sepanjang tepian sungai sejauh 3,5 kilometer ke arah hilir dari titik awal perkiraan jatuhnya korban.

Sementara itu, SRU kedua bergerak menyusuri permukaan air menggunakan metode body rafting dengan radius sapuan sejauh 3,5 kilometer mengarah ke kawasan hilir.

Penyisiran intensif yang berjalan di bawah kondisi cuaca berawan tersebut sempat berjalan buntu hingga menjelang tengah hari.

Sesuai dengan rencana operasi yang berkala, pergerakan tim dihentikan sementara pada pukul 12.00 WIB karena hasil pelacakan masih nihil.

Setelah jeda istirahat selama satu jam, Tim SAR Gabungan kembali menerjunkan personel untuk melanjutkan operasi penyisiran air dan darat.

Ikhtiar tersebut akhirnya membuahkan hasil signifikan pada pukul 13.15 WIB ketika warga sekitar melihat sesosok tubuh mengambang di aliran air.

Jasad Sakim ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2,1 kilometer dari lokasi kejadian awal.

Tim SAR Gabungan langsung bergerak cepat mengevakuasi jasad korban dari permukaan air menggunakan peralatan medis standar penyelamatan laut dan sungai.

"Korban atas nama Sakim berhasil ditemukan pada hari ketiga operasi SAR dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2,1 kilometer dari lokasi kejadian. Setelah dievakuasi, korban selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses penanganan lebih lanjut," ujar Bima Kalih Kahar selaku Koordinator Tim SAR dari Kantor SAR Cilacap.

Usai penyerahan jenazah kepada pihak keluarga di rumah duka, seluruh rangkaian operasi pencarian resmi diusulkan ditutup pada pukul 14.40 WIB.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap, TNI melalui Koramil Jeruklegi, serta Polri melalui Polsek Jeruklegi.

Dukungan penuh di lapangan juga datang dari Cilacap Rescue, Bagana, Baznas, SAR MTA, MDMC, Redkar, Puskesmas Jeruklegi, Forkopimcam Jeruklegi, Pemerintah Desa Citepus, pihak keluarga, hingga masyarakat setempat. (*)

 

Sakim (42) ditemukan tewas setelah tiga hari hilang di Sungai Kramacenil Jeruklegi Cilacap. Jasad dievakuasi 2,1 km dari lokasi awal.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories