Vietnam Uji Coba Drone Maritim Kamikaze Mikro, Terobosan Murah Jaga Kedaulatan Perairan

Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB
Drone air yang dikembangkan Angkatan Darat Vietnam
Drone air yang dikembangkan Angkatan Darat Vietnam (Foto: Turdef)

RIWARA.id – Angkatan Darat Vietnam dilaporkan berhasil menguji coba purwarupa kapal tanpa awak (Unmanned Surface Vehicle/USV) kamikaze berukuran mikro yang dipersenjatai hulu ledak roket.

Langkah inovasi militer ini menjadi sorotan global karena memanfaatkan platform berbiaya sangat murah namun memiliki daya hancur taktis yang tinggi.

Pengembangan teknologi pertahanan mikro ini sejalan dengan doktrin penguatan keamanan wilayah internal di kawasan Asia Tenggara.

Konsep pemanfaatan wahana tanpa awak berukuran ringkas menegaskan bahwa penambahan kekuatan militer di era modern difokuskan untuk menjaga kedaulatan wilayah domestik dari ancaman penyusupan, bukan untuk aksi agresi militer.

Purwarupa drone maritim kamikaze yang diuji coba tersebut menggunakan basis lambang kapal kendali jarak jauh (remote control) sipil berskala miniatur. Kendati berwujud ringkas dan dapat ditransportasikan oleh satu personel saja, wahana ini menggendong hulu ledak antitank jenis PG-7 HEAT yang biasa digunakan oleh peluncur roket RPG-7.

Pendekatan militer Vietnam ini dinilai sangat berbeda jika dibandingkan dengan tren drone kamikaze laut yang berkembang di teater konflik Eropa Timur. Jika negara-negara Eropa condong menggunakan USV berukuran raksasa hingga sepanjang enam meter, Hanoi justru memilih memfungsikan armada mikro untuk kebutuhan spesifik.

Wahana taktis ini dirancang khusus untuk beroperasi di wilayah perairan darat yang tenang, seperti jalur sungai besar dan danau, alih-alih laut lepas. Ukurannya yang kecil menjadikannya solusi proporsional untuk menangkal pergerakan perahu-perahu cepat yang kerap digunakan dalam aktivitas penyelundupan lintas batas.

Karakteristik perairan pedalaman yang minim gelombang tinggi menjadi keuntungan tersendiri bagi platform berukuran mini ini. Faktor stabilitas alam laut yang kerap mengganggu akurasi navigasi kapal kecil praktis dapat dieliminasi di area sungai, sehingga meningkatkan presisi serangan kamikaze.

Di samping fungsi pengawasan sungai, demonstrasi purwarupa ini membuka cakrawala baru dalam taktik pertempuran laut asimetris. Para pengamat militer menilai, versi penyempurnaan dari drone mikro ini memiliki potensi besar untuk digunakan sebagai pencegat (interceptor) kapal tanpa awak lawan.

Jika ke depan performa kecepatan dan ketahanan gelombangnya ditingkatkan, armada kamikaze mini ini dapat dilepas dalam jumlah masif (swarm). Taktik pengeroyokan kawanan drone mikro tersebut sangat efektif untuk melindungi kapal perang utama dari serangan berlapis yang datang dari berbagai arah.

Melalui uji coba pembuktian konsep (proof-of-concept) ini, Vietnam membuktikan bahwa menjaga kedaulatan wilayah perairan tidak selalu harus menebus alutsista berbiaya fantastis. Optimalisasi teknologi roket konvensional yang dipadukan dengan sistem pemandu nirkabel terbukti mampu menciptakan efek getar yang nyata.

Langkah taktis yang diambil oleh negara tetangga Indonesia ini memperlihatkan bagaimana sebuah bangsa merumuskan sistem pertahanan defensif yang cerdas. Prioritas pengamanan batas wilayah perairan pedalaman menggunakan teknologi mandiri terbukti efektif menutup celah ancaman keamanan tanpa memicu ketegangan geopolitik kawasan. (*)

Angkatan Darat Vietnam uji coba drone maritim kamikaze mikro berbasis RC boat & hulu ledak RPG-7 untuk taktik defensif di perairan tenang.

Foto Editor
Ari Kristyono -

Wartawan sejak era mesin ketik dan sedang terus belajar untuk menjadi jurnalis era digital.

 Stories